
Tak hanya ramah lingkungan, edible film ini juga memiliki fungsi sebagai kemasan aktif yang mampu memperpanjang umur simpan produk, terutama bahan pangan. Dengan mengusung prinsip biodegradabilitas, zero waste, dan sustainability, inovasi ini dinilai sejalan dengan konsep ekonomi sirkular berbasis inovasi lokal dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
“Kemenangan ini adalah hasil kerja keras dan semangat kolaborasi riset kami yang ingin memberi kontribusi nyata bagi bangsa. Harapan kedepannya, inovasi ini bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi produk komersial yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas dan industri,” tambah Maya.
Begitupun pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan keunggulan akademik, tetapi juga peran dari UNDIP khususnya melalui wadah TRKI yang mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ilmiah dan pengembangan inovasi.
Sementara itu, Ketua Prodi TRKI UNDIP, Mohamad Endy Julianto, mengatakan, kolaborasi lintas disiplin ilmu mulai dari formulasi material, kajian lingkungan hingga strategi komunikasi ilmiah dalam penulisan karya tulis dan esai menjadi kekuatan utama terhadap pengembangan inovasi ini.
“Kami sangat bangga. Semoga semangat riset dan inovasi TRKI ini terus tumbuh berkembang dan berkontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Lebih jauh dirinya menyatakan, TRKI Vokasi UNDIP berkomitmen dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam visi jangka panjang ini, aspek keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya menjadi kunci utama dalam pembangunan ekonomi dan industri yang inklusif.
“Dengan raihan ini, UNDIP kembali menunjukkan diri sebagai kampus yang konsisten mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, solutif, dan siap membawa perubahan untuk masa depan dengan ilmu pengetahuan sebagai bekal utama,” pungkasnya.
Hery Priyono













