
BAHASA sosial media (sosmed) atau sering juga orang mengatakan media sosial (medsos) pansos perlu disepakati bersama pemaknaannya. Dewasa ini seseorang disebut terkenal itu sebutlah dikategorikan ke dalam dua “kotak” yang berbeda. Ada orang sangat dikenal dalam kotak dunia nyata, yakni dalam hidup sehari-hari lewat tatap muka atau perjumpaan pergaulan.
Tetapi ada juga orang yang dikenal lewat medsos atau sosmed, yakni lewat “dunia digital.” Gradasi terkenalnya seseorang lewat dunia digital ditentukan oleh jumlah followers (pengikut/penyuka): Semakin banyak penyuka, ada anggapan umum orang itu semakin terkenal.
Maka, sejumlah orang berlomba-lomba dalam mencari penyuka lewat berbagai cara. Pokoke makin dikenal, syukur menjadi terkenal. Nahh…… cara atau usahanya agar semakin dikenal syukur terkenal itulah yang disebut dengan pansos: panjat sosial. Bagaikan menghadapi tebing, orang berlomba memanjatinya dengan berbagai cara, termasuk cara-cara yang berbahaya atau pun bisa juga secara sarkastis terhadap sesama. Ada juga pansos-nya ditempuh secara brutal, nyrempet- nyrempet porno, dsb. Namanya juga usaha. Pansos pokoke.
Di antara seribu satu cara, itulah sejumlah orang penting (pejabat??) menempuh pansos dengan berlagak “seolah-olah.” Begitu menjabat, tampillah Suta, Naya, Dhadhap, Waru, Markonah, Mukiya bersikap “seolah-olah.”
Baca juga Taktik Main Aman: MUKIR
Sebutlah contohnya “seolah-olah penuh kepedulian;” ada juga yang tampil “seolah-olah banyak terobosan program;” atau pun ada yang sibuk dengan membuat berbagai video kegiatan “seolah-olah tiada hari tanpa blusukan.”
Seolah-olah legawa
Di antara berbagai “seolah-olah” tadi, sikap paling sering ditampilkan ialah legawa, “seolah-olah legawa.” Benarkah legawa? Mari kita terulusuri bersama. Pertama, perlu kita cari maknanya dulu.
Legawa harus dikaitkan dengan lila. karenanya sering menjadi lila legawa. Arti lila ada empat, yaitu (1) idin, palilah; sebuah kesepakatan atau persetujuan. Kalau sesuatu atau seseorang disebut wis dililakake, itu artinya sudah direlakan, sudah diikhlaskan. Arti (2) lila ialah wis ora duwe pamrih babar pisan, tidak ada pamrih apa pun lagi terhadap sesuatu atau pun seseorang. Arti (3) lila itu nama atau jenis dari sebuah meriam; dan (4) endah, asri, nengsemake; indah dan serba menarik.













