SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kanwil Kemenkum Jawa Tengah menjadi tuan rumah kegiatan WIPO Intellectual Property Management Clinic dengan tema “Memanfaatkan Kekayaan Intelektual untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Usaha Secara Global” yang digelar di Aula Kresna Basudewa Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh World Intellectual Property Organization bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual serta didukung oleh Japan Patent Office, dan berlangsung hingga 22 Mei mendatang.
Kegiatan diikuti oleh pelaku UMKM, para penemu, akademisi, hingga perwakilan dinas terkait, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan Kekayaan Intelektual (KI) sebagai instrumen pengembangan usaha dan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan internasional tersebut.
“Ini menjadi sebuah kehormatan bagi kami karena Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Terima kasih kepada WIPO dan DJKI yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan UMKM di Jawa Tengah,” ujarnya.
Heni menegaskan bahwa di era saat ini, ide dan inovasi menjadi aset terbesar yang dimiliki suatu bangsa. Menurutnya, Kekayaan Intelektual telah berkembang menjadi instrumen penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
“KI telah berkembang menjadi mata uang baru yang harus kita kelola demi kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan kekayaan intelektual di banyak negara menunjukkan keselarasan dengan kemajuan perekonomian,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi Kekayaan Intelektual yang sangat besar, mulai dari sektor industri, hak cipta, merek dagang dan jasa, hingga indikasi geografis.
Heni menyoroti pentingnya komersialisasi Kekayaan Intelektual agar karya yang telah memperoleh pelindungan hukum dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI, Yasmon, mengatakan bahwa kegiatan serupa direncanakan akan kembali dilaksanakan di beberapa daerah lain di Indonesia.













