blank
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo. Foto: Dok/Humas

“Tahun ini insya Allah kegiatan seperti ini akan dilaksanakan dua kali, yakni di Semarang dan Surabaya. Kita sangat beruntung diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan kegiatan ini bersama WIPO dan didukung oleh JPO,” ujarnya.

Menurut Yasmon, Kekayaan Intelektual saat ini memainkan peran yang sangat penting dalam dunia usaha, khususnya bagi sektor UMKM yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.

“Pemerintah saat ini terus mendukung dunia usaha melalui berbagai kemudahan, termasuk bagaimana pemilik kekayaan intelektual nantinya dapat memperoleh akses kredit usaha tanpa agunan. Hal ini sedang diupayakan pemerintah,” jelasnya.

Perwakilan dari Japan Patent Office (JPO), Mr. Kazutoshi Inoue, menyampaikan bahwa pihaknya telah lama mendukung berbagai program pengembangan Kekayaan Intelektual, khususnya bagi UMKM di kawasan ASEAN.

“Kami ingin mempromosikan bahwa Kekayaan Intelektual merupakan hal yang sangat penting bagi bisnis. Kami ingin mendorong lahirnya inovasi yang dapat terus berkembang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM di kawasan ASEAN menjadi perhatian penting, sehingga kegiatan seperti ini dinilai memiliki dampak strategis.

Director of IP Business Division, IP and Innovation Ecosystems Sector, WIPO, Mr. Guy Pessach, menjelaskan bahwa selama empat hari ke depan para peserta akan mempelajari bagaimana Kekayaan Intelektual dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pertumbuhan bisnis.

“Hingga saat ini WIPO telah menyelenggarakan sekitar 100 kegiatan serupa di seluruh dunia dan ratusan perusahaan telah mendapatkan manfaat dari program ini,” ujarnya.

Menurutnya, para pelaku usaha perlu memahami bagaimana menggunakan Kekayaan Intelektual untuk menghasilkan keuntungan, membangun kemitraan, serta meningkatkan kepercayaan investor.

“Bisnis yang memiliki strategi KI akan tumbuh lebih baik dan mampu memposisikan diri lebih kuat di masa mendatang,” tambahnya.

Senada dengan itu, Executive Director, ASEAN-BAC Secretariat, Rifki Weno, menyampaikan bahwa Kekayaan Intelektual bukan sekadar aspek administratif, melainkan aset besar yang dapat meningkatkan performa dan daya saing usaha.

“Tanpa adanya Kekayaan Intelektual, kita tidak bisa meningkatkan bisnis kita secara optimal. KI juga merupakan jembatan pemasaran di tingkat global,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terhadap pentingnya pelindungan dan pengelolaan Kekayaan Intelektual.

Kanwil Kementerian Hukum Jawa Tengah berkomitmen penuh akan terus mendorong penguatan ekosistem Kekayaan Intelektual, khususnya bagi pelaku UMKM, guna menciptakan inovasi yang bernilai ekonomi dan berdaya saing global.

Ning S