blank
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi saat memberikan paparannya di Balai Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo. Foto: Tya Wiedya

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi hadir dalam dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, di Kabupaten Grobogan, bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Deputi Bidang Pengembangan dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Selasa 6 Mei 2025.

Ketiga pejabat di Kementerian Kperasi ini menyampaikan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong percepatan pendirian Koperasi Desa Merah Putih, khususnya di Grobogan, sebagai salah satu Kabupaten percontohan di Jawa Tengah.

“Kopdes Merah Putih adalah arus utama baru dalam pembangunan ekonomi pedesaan. Ketika desa-desa bisa mandiri secara ekonomi, negara kita juga akan kokoh,” kata Budi Arie.

Koperasi Desa Merah Putih, kata Budi Arie, ditekankan tidak boleh berhenti pada tataran administratif atau seremoni belaka. Menurutnya, pendirian koperasi harus dilakukan secara serius.

Baca juga Bupati Grobogan Serahkan SK kepada 139 CPNS, Pesannya: Jangan Menyimpang!

“Pendirian koperasi harus dilakukan secara serius dengan pendampingan berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak. Permodalan koperasi selain dari anggota juga bisa dalam bentuk simpanan pokok atau simpanan wajib,” kata mantan Menkominfo ini.

Dikatakan, pemerintah akan terus hadir serta mendorong partisipasi lembaga dan keuangan Himbara serta pihak-pihak lain. “Akan ada tantangan yang sering dihadapi dalam proses pendirian Koperasi Desa Merah Putih ini. Musuhnya koperasi desa atau kelurahan Merah Putih itu ada tiga, ketakutan, kecurigaan, dan keragu-raguan. Padahal negara ini dibangun karena optimisme, bukan keragu-raguan,” kata Budi Arie.

Musuhnya koperasi desa atau kelurahan Merah Putih itu ada tiga, ketakutan, kecurigaan, dan keragu-raguan. “Padahal negara ini dibangun karena optimisme, bukan keragu-raguan,” tandasnya.

Pihaknya mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk optimis dan percaya bahwa Koperasi Desa adalah kunci dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa.

Dukungan juga akan mencakup aspek teknis dan manajerial, termasuk kemitraan dengan badan usaha milik negara untuk penguatan logistik dan kerja sama dengan perbankan guna memastikan akuntabilitas keuangan koperasi.

“Saat ini, secara nasional sudah lebih dari 5.700 desa melaksanakan Musdesus. Potensi lapangan kerja dari gerakan ini kita perkirakan bisa mencapai dua juta,” ungkapnya.

Data Potensi Usaha

Sementara itu, Bupati Grobogan, Setyo Hadi dalam laporannya menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah ditempuh dalam rangka mmendukung percepatan pembentukan kopersi desa.