Acara deklarasi zero anarko tersebut, berlangsung di Ruang Khayangan Kompleks Perkantoran Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Wonogiri. Kegiatan ini, dihadiri oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono, Kapolres AKBP Jarot Sungkowo, bersama jajaran Forkopimda. Juga hadir Ketua DPRD Wonogiri yang diwakili Iwan Susilo, Sekda FX Pranata dan Pimpinan Perangkat Daerah Terkait.
Kepala Bakesbangpol Wonogiri, Rahmat Imam Santosa, menyatakan, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman Ormas terkait regulasi, kapasitas organisasi, serta meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Ini sejalan dengan yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 12 Tahun 2022, Undang-Undang (UU) Nomor: 17 Tahun 2013 dan UU Nomor: 23 Tahun 2014, yakni tentang pembinaan Ormas untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, mengapresiasi keberadaan Ormas di Wonogiri, yang turut menjaga stabilitas dan menjadi mitra strategis pemerintah. Ia juga menyinggung beberapa kasus viral belakangan ini, yang mencoreng citra Kabupaten Wonogiri, dan menyerukan seluruh elemen masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan serta aktif menyebarkan nilai-nilai positif dan kebangsaan.
Kondusifitas
Dipuncak kegiatan, seluruh elemen masyarakat yang hadir turut mendeklarasikan Zero Anarko, dengan menyatakan, Kami elemen masyarakat Wonogiri menolak anarko serta mendukung Wonogiri zero anarko. Siap menjaga kondusifitas di Kabupaten Wonogiri.
Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri, Letkol (Inf) Edi Ristriyono, menekankan tentang pentingnya kekeluargaan, kebersamaan dan rasa syukur. Itu menjadi pondasi menjaga keutuhan bangsa. Ia meminta, agar generasi muda menyebarkan energi positif di lingkungan dan media sosial.
Sementara itu, Kapolres Wonogiri, AKBP Jarot Sungkowo, memberikan penekanan terkait pentingnya kewaspadaan terhadap infiltrasi kelompok Anarko. Juga mengingatkan kembali kesepakatan damai antar-perguruan silat, yang telah dicapai sejak Tahun 2019 dan itu agar tetap dijunjung tinggi.
Kapolres juga mengingatkan adanya potensi konflik yang perlu diantisipasi, seperti gesekan antarperguruan dan aktivitas konvoi yang dapat mengganggu keamanan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi titik awal penguatan peran Ormas dalam mendukung pembangunan, menjaga kerukunan, serta menjadikan Wonogiri sebagai wilayah yang aman, damai, berdaya saing tinggi.(Bambang Pur)













