blank
Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Batealit menggelar kegiatan Upgrading dan Family Gathering di kawasan Danau Harun, Desa Somosari, Sabtu (11/7). Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) – Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Batealit menggelar kegiatan Upgrading dan Family Gathering bertajuk “Recharge Semangat Baru” sebagai ikhtiar memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyusun langkah strategis memasuki tahun kedua kepengurusan. Kegiatan dipusatkan di kawasan Danau Harun, Desa Somosari, Sabtu (11/7).

Kegiatan diawali dengan titik kumpul di Gedung MWCNU Batealit sebelum seluruh peserta berangkat mengikuti ziarah ke makam para tokoh yang telah berjasa dalam perkembangan masyarakat dan Nahdlatul Ulama di wilayah Batealit dan Somosari. Rangkaian ziarah meliputi makam almarhum Bapak H. Siroj, makam Mbah Kadar dan Mbah Beniya sebagai danyang Desa Batealit, serta makam Syekh Abdul Latif (Mbah Joyo Kusumo), danyang Desa Somosari.

Ketua PAC Fatayat NU Batealit, Dr. Khalimatus Sa’diyah, M.Pd.I., mengatakan bahwa ziarah merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus pengingat agar kader Fatayat senantiasa melanjutkan estafet pengabdian kepada masyarakat.

“Kita ingin mengawali tahun kedua kepengurusan dengan semangat baru, tetapi semangat itu harus memiliki akar. Ziarah ini mengajarkan bahwa perjuangan hari ini tidak lahir begitu saja, melainkan merupakan kelanjutan dari pengabdian para pendahulu yang harus kita jaga dan teruskan,” ujarnya.

Usai ziarah, kegiatan dilanjutkan di Danau Harun dengan agenda pleno program kerja sebagai forum evaluasi sekaligus pemantapan program-program strategis yang akan dilaksanakan selama tahun kedua kepengurusan.

Pada sesi peningkatan kapasitas kader, peserta mengikuti pelatihan Master of Ceremony (MC) Bahasa Indonesia yang menghadirkan Eka Setya Budi, M.Pd., dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Dalam materinya, Eka menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki kader organisasi perempuan.

“Seorang MC bukan sekadar membacakan susunan acara, tetapi menjadi wajah sebuah kegiatan. Cara berbicara, membangun suasana, dan menghargai audiens mencerminkan kualitas organisasi. Karena itu, keterampilan public speaking perlu terus dilatih agar kader Fatayat semakin percaya diri dan profesional,” jelas Eka.

Suasana semakin hangat melalui berbagai permainan yang dipandu oleh Muhammad Jawad dari Pakistan. Interaksi yang terjalin tidak hanya mempererat kekompakan antarkader, tetapi juga menghadirkan pengalaman kebersamaan lintas budaya yang penuh makna.

Melalui kegiatan bertajuk Recharge Semangat Baru, PAC Fatayat NU Batealit berharap seluruh kader semakin solid, memiliki kapasitas kepemimpinan yang lebih baik, serta siap mengimplementasikan program-program organisasi yang lebih berdampak bagi masyarakat pada tahun kedua kepengurusan.

Hadepe