blank
Koordinator LSM Bersatu Sragen Budi Setyo (kanan) memberikan keterangan pers di Wedangan Hik, Kuwungsari, Sragen, Senin (5/05/2025). Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID) – Sejumlah perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sragen Bersatu, mengawal kasus Pengisian Perdes di 4 Desa yang memakai jasa LPPM Bodong.

“Kenapa dikawal, agar perkara itu tidak dibelokkan dan bisa diproses sesuai hukum yang berlaku,” terang Budi Setyo, selaku Koordinator LSM Bersatu Sragen dimintai konfirmasi, Senin (5/5/2025).

Dikatakan empat Desa yang menggunakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGM palsu adalah Desa Jati Kecamatan Sumberlawang, Desa Gilirejo Kecamatan Miri dan Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan serta Desa Klandungan Kecamatan Ngrampal.

Sebenarnya perkara pengisian perangkat desa yang menggunakan LPPM Bodong dan mencomot UGM Yogyakarta itu, terjadi beberapa tahun silam. Namun kini laporan lebih diseriusi LSM.

Doktor IS yang mengaku dosen UGM, selaku pemrakarsa LPPM penguji calon perangkat desa, kini buron. Pihak UGM sudah melaporkan ke Polda Yogyakarta terkait praktik pengujian perangkat desa yang ternyata abal-abal itu.

“Bahkan UGM melalui surat yang dikirimkan ke kami menyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan Doktor IS,” ungkap Budi Setyo.

Sumber lain mengungkapkan, saat ujian penerimaan calon Perdes di 4 Desa, di Kabupaten Sragen, ternyata menyewa di salah satu gedung di lingkungan UGM yang biasa disewakan untuk umum.