SEMARANG (SUARABARU.ID)– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasinya atas kegiatan Focus Group Discussion (FGD), yang digelar Wakil DPD RI asal Jateng, Dr Abdul Kholik SH MSi, di Aula DPD RI, Jalan Imam Bonjol, Semarang, Rabu (23/4/2025).
Kegiatan FGD yang bertema ‘Mewujudkan Desentralisasi Dan Otonomi Daerah Di Jawa Tengah Melalui Pendekatan Kawasan’ itu, juga dijadikan ajang untuk menampung Aspirasi Masyarakat (Asmas).
Dalam kesempatan itu, wagub menyebut, hasil FGD ini bisa menjadi bahan masukan dalam Musrenbang dan RPJMD 2025 Jateng. Usulan dan masukan dari para peserta FGD, juga menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Provinsi Jateng.
BACA JUGA: Lilis Nuryani Luncurkan Gerakan Minum Tablet Tambah Darah bagi WUS
”RPJMD kali ini fokus pada peningkatan investasi, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur. Usulan dari DPD RI terkait sektor pertanian, maritim, dan pariwisata, sejalan dengan arah pembangunan kita,” jelasnya.
Sebagai catatan, nilai investasi Jateng pada 2024, telah mencapai Rp 68,67 triliun, dan menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pusat ekonomi potensial di Indonesia.
”Dengan penguatan sektor pertanian, maritim, dan pariwisata, Jateng berpeluang besar menjadi pilar ekonomi Nasional. Strategi ini bukan hanya akan memperkuat otonomi daerah, tetapi juga mempercepat pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan,” terang dia.
BACA JUGA: Polres Kebumen Tangkap Pencuri 8 Kambing, Diangkut Mobil Rental
Sementara itu, Dr Abdul Kholik menyebutkan, ada tiga sektor strategis untuk mendorong pembangunan makro di Jateng. Tiga sektor yang dinilai memiliki potensi besar itu yakni, pertanian, maritim, dan pariwisata.
Disebutkan juga, sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 13,23 persen pada PDRB Jateng. Subsektor unggulan meliputi, tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Jateng juga tercatat sebagai produsen padi terbesar ketiga Nasional, setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.
”Dengan jumlah petani mencapai 4,4 juta orang, dan penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari 15 juta jiwa, sektor pertanian terbukti tetap tangguh. Bahkan saat pandemi covid 19 melanda,” ungkapnya.
BACA JUGA: FKUB Kota Magelang Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Paus Fransiskus
Sedangkan di sektor maritim, luas wilayah perairan Jateng mencapai 17 ribu kilometer persegi, dengan garis pantai sepanjang 1.127,85 km. Potensi ini mendukung sektor perikanan tangkap dan budidaya, yang menghasilkan total produksi lebih dari 968 ribu ton.
”Nelayan di Jateng tercatat sebanyak 188.522 orang, dan ini bisa menjadi kekuatan besar jika dikembangkan lebih terstruktur,” ujar Kholik.
Menurut dia, Jateng juga menunjukkan potensi luar biasa di sektor pariwisata. Pada 2024, tercatat lebih dari 69 juta wisatawan berkunjung, dengan 593 ribu di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.
Dengan 1.607 objek wisata aktif, serta event-event budaya tahunan, sektor ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja tertinggi, dengan angka mencapai 24,4 juta orang.
Riyan













