Sambutan ketua panitia EMCD 2025, Devina Berliana Putri. Foto: UKSW

Kompetisi yang Semakin Berkembang

Supervisor EMCD 2025, Erio Rahadian Pamungkas Fanggidae, S.Pd., M.Hum., menambahkan, tahun ini EMCD melibatkan peserta dari jenjang SMP sebagai bagian dari upaya menumbuhkan bakat sejak dini.

“Teach them young, ajarkan mereka untuk menunjukkan apa yang mereka miliki sedini mungkin. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berorganisasi bagi mahasiswa yang terlibat sebagai panitia. Melalui ajang ini, FBS UKSW terus berkomitmen untuk menunjukkan the joy of literature, the joy of studying English, dan the joy of music kepada sebanyak mungkin generasi muda di Indonesia,” jelas Erio.

Yang menarik, EMCD 2025 tidak hanya menghadirkan kompetisi tetapi juga menampilkan pertunjukan spesial dari para dosen yang tampil bersama dalam sebuah band. “Kami ingin menunjukkan bahwa hubungan antara dosen dan mahasiswa di FBS sangat cair dan tidak kaku. Ini bukan sekadar ajang formal, tetapi juga ruang untuk membangun relasi yang akrab dan menyenangkan,” tambahnya.

Dengan delapan kategori lomba, yaitu newscasting, storytelling (SMA dan SMP), speech, solo vocal, mini vlog, poetry writing, dan band, EMCD 2025 diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan. Ajang kompetisi ini turut mengukuhkan dukungan UKSW dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

Ning S