JAKARTA (SUARABARU.ID)– Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Arga M Nugraha menegaskan, keamanan data yang berujung pada keamanan dana nasabah, akan selalu menjadi fokus utama pihaknya.
Menurut dia, saat ini modus penipuan perbankan masih marak dan meresahkan. Berbagai cara baru digencarkan, untuk mengelabui para korban. Salah satu modusnya yakni, pengiriman tagihan pajak lewat aplikasi WhatsApp.
Pelaku kejahatan menyamar sebagai petugas pajak, yang mengirimkan tagihan pajak kepada korban. Dan ternyata, file itu merupakan file berekstensi APK.
BACA JUGA: Dewan Pers Apresiasi Program BRI Fellowship Journalism 2025
Terkait hal ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau pada masyarakat, khususnya nasabah BRI, untuk berhati-hati dan selalu meningkatkan awareness.
Pasalnya, modus penipuan berbentuk digital atau social engineering ini, dapat mengelabui nasabah. Dan ini berpotensi bocornya data-data transaksi perbankan, serta berdampak pada keamanan dana nasabah.
BRI pun, seperti yang disampaikannya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11/2024), terus menggencarkan edukasi dan langkah praktis, guna menghindarkan diri menjadi korban penipuan modus ini.
BACA JUGA: Gerak Cepat BRI Peduli Bantu Korban Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki
Disampaikan Arga, pengamanan dilakukan mulai dari sisi network, server, dan data center, dengan tujuan yang komprehensif dan end to end. Keamanan dari pemantauan juga dilakukan.
”Namun bagian utamanya, kami meng-encourage user, jangan sampai hal yang dianggap sederhana, justru berbalik menyerang. Jadi misalnya, jangan pernah sekali-kali menyerahkan username, password, dan OTP kepada orang lain, bahkan pihak yang mengaku sebagai BRI sekalipun,” pintanya.
Disebutkan juga, keamanan siber adalah perjuangan yang terus menerus. Oleh karena itu, BRI akan selalu berinovasi dan meningkatkan sistem keamanannya, guna memastikan data dan dana nasabah tetap aman.
BACA JUGA: Kredit UMKM BRI Tembus Rp 1.105,70 Triliun
Arga menambahkan, masyarakat juga dapat memerangi cyber crime, dengan melakukan beberapa tips berikut ini:
● Jangan pernah membagikan informasi pribadi seperti username, password, atau OTP kepada siapapun
● Hati-hati dengan pesan atau email yang mencurigakan yang mengatasnamakan BRI atau instansi resmi lainnya. Untuk memastikan kebenarannya agar menghubungi Call Center resmi instansi tersebut.
● Gunakan koneksi internet yang aman saat mengakses BRImo
● Aktifkan fitur keamanan tambahan yang disediakan oleh BRImo
● Lakukan verifikasi dua faktor (2FA) untuk setiap transaksi penting
● Perbarui aplikasi BRImo secara berkala
● Laporkan segera jika menemukan aktivitas mencurigakan.
”Jadi prinsip kehati-hatian nasabah dan praktik keamanan, wajib dilakukan. Seperti jangan install APK sembarangan, install game gratisan. Kami coba mengamankan sejauh yang kami bisa, tapi device nasabah itu kan sifatnya personal. Jadi kerahasiaan itu menjadi komitmen dua belah pihak, kami tidak bisa menjaga keamanan ini tanpa awareness dari nasabah, Dinamika ini yang harus dijaga bersama,” ujar Arga.
Tak hanya tagihan pajak, beberapa modus penipuan digital juga marak, dan berpotensi merugikan masyarakat. Seperti undangan pernikahan digital, pemberitahuan penutupan rekening, pemberitahuan tagihan BPJS, foto paket dari kurir, surat atau blangko tilang, hingga yang terbaru adalah surat tagihan pajak.
Riyan