“Jumlah undecided voters yang mencapai 20 persen cukup signifikan, sehingga setiap calon perlu lebih mengefektifkan strategi kampanye untuk memaksimalkan potensi ini,” ungkap  Mukhlis.

Survei ini dilakukan pada 24 hingga 28 September 2024 dengan jumlah 440 responden warga Kota Semarang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Survei ini menggunakan metode multistage random sampling secara tatap muka dengan margin of error sebesar 4,77 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam FGD ini, FOMOS menghadirkan dua narasumber untuk menganalisis bagaimana peluang swing voters atau pemilih yang dapat mengubah pilihan dalam memutuskan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada 27 November 2024 mendatang.

Pengamat politik asal Universitas Negeri Semarang (Unnes), Aris Munandar, menekankan pentingnya memperhatikan swing voters. Menurutnya, swing voters cenderung tidak terikat pada ideologi partai dan bisa dipengaruhi isu-isu terkini serta gagasan yang ditawarkan kedua paslon.

Swing voters akan melihat bagaimana paslon berkampanye, gagasannya yang disampaikan, misalnya terkait cara mengatasi banjir dan rob, mengatasi kemacetan, isu-isu tenaga kerja, infrastruktur, transportasi, dan lain-lain,” ungkapnya.

Selain itu, kata Aris, swing voters juga cenderung lebih aktif mencari informasi terkait program-program kedua pasangan calon. Pilihan politik mereka cenderung berubah-ubah tergantung bagaimana kedua pasangan calon meyakinkan pemilih.

Swing voters ini ada yang gampang dipengaruhi atau berpindah hati dan ada yang susah. Tergantung bagaimana paslon dan tim sukses menggiring mereka,” ungkap Aris.

Sementara tokoh milenial Muhammad Sabiq Kamalul Haq yang juga Ketua HIPMI Pesantren Jawa Tengah menyoroti fenomena menarik dalam Pilwakot Semarang. Yakni kebutuhan soal kebutuhan spiritual generasi muda yang tidak disentuh kedua paslon.

Menurutnya, baik Yoyok-Joss dan Jaguar masih berfokus pada kebutuhan fisik atau jasmani dan cenderung mengabaikan unsur rohani. Pihaknya menyarankan kedua paslon untuk lebih menyinggung hal-hal yang berkaitan dengan rohani.

“Misalnya isu tentang pencemaran lingkungan ini kan sebenarnya berkaitan dengan rohani, bagaimana masyarakat bisa hidup aman dan tenang terbebas dari banjir. Bagaimana mereka mendapatkan kasih sayang merasa diperhatikan,” ungkap Sabiq.

Dengan hasil survei Indoriset Strategis, pemenang Pilwakot Semarang 2024 masih terbuka bagi kedua pasangan calon tergantung bagaimana keduanya memaksimalkan strategi kampanye dan meraih simpati pemilih, khususnya yang belum menentukan pilihan.

Hery Priyono