blank
Didukung Kementerian Sosial, Bapas Semarang bersama YCKB wujudkan klien Pemasyarakatan mandiri. Foto: Humas

KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kementerian Sosial gandeng Bapas Semarang dan YCKB memberikan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan, diantaranya klien Bapas.

Penyerahan bantuan sosial tersebut dilaksanakan di Balai Desa Karanganyar, Kabupaten Semarang yang dihadiri oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Kamis (101/10/2024).

Kunjungan Menteri Sosial ini untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat sinergitas antara Kementerian Sosial, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Semarang, dan Yayasan Cinta Kasih Bangsa (YCKB) dalam upaya mewujudkan pemulihan dan kemandirian para klien pemasyarakatan.

Dalam kegiatan juga dihadiri berbagai penerima manfaat dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah, serta tenaga kesejahteraan sosial yang berperan memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran.

Pada kesempatan ini, sebanyak lima klien Bapas Semarang yang merupakan mantan pengguna narkotika menjadi penerima manfaat bantuan sosial tersebut. Tiga klien diantaranya menerima bantuan kewirausahaan berupa barang senilai Rp. 5 juta guna mendukung pemulihan mereka melalui usaha mandiri, sementara dua klien lainnya mendapatkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Sinergitas antara Bapas Semarang dan YCKB tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan intensif terhadap klien untuk memastikan bahwa bantuan ini benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selama ini, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Semarang selalu aktif dalam mengawal program bantuan dan pemberdayaan klien, mulai dari proses pengusulan bantuan hingga pendampingan di lapangan. Kehadiran mereka kali ini untuk mengarahkan klien agar mampu mengelola bantuan yang diterima sesuai dengan kebutuhan dan rencana pemulihan masing-masing.

“Pendampingan ini tidak berhenti hanya pada penerimaan bantuan saja,” kata Arif Agung Prasetya, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Semarang.

“Kami akan terus memantau perkembangan mereka, memberikan arahan terkait pengelolaan bantuan, serta memastikan bahwa klien mampu mengembangkan usaha mereka untuk kehidupan yang lebih baik. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan pemulihan dan reintegrasi yang komprehensif bagi para klien.” ungkap Arif.