Umat Kristiani dari GKJ, Kamis (9/5), menggelar Ibadah Padang di Plasa Patung Bedhol Desa ujung timur main dam (bendung induk) Waduk Gajahmungkur Wonogiri, untuk memperingati Hari Besar Kenaikan Isa Almasih.(Dok.Ist)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bersamaan dengan peringatan hari besar Kenaikan Isa Almasih, Kamis (9/5), umat Kristiani dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonogiri, menggelar Ibadah Padang di Plasa Patung Bedhol Desa. Lokasinya di ujung timur main dam (bendungan induk) Waduk Gajahmungkur, Wonogiri.

Ibadah Padang memperingati kenaikan Tuhan Yesus Kristus ini, dipimpin oleh Pendeta Ambar Sulistyono. Mengambil tema ”Meneruskan karya Illahi Yesus di dunia.” Acara ini, diwarnai dengan penyampaian doa puja-puji gerejawi oleh para jemaat. Juga dimeriahkan dengan paduan suara lansia, pentas gerak dan lagu, serta Musik Orkes Keroncong dari Group Petra.

Dekorasi artistik dipajang di sisi depan bagian utara Patung Bedhol Desa (Monumen peringatan 65 ribu jiwa warga Wonogiri yang meninggalkan kampung halamannya karena pembangunan Waduk Gajahmungkur). Sementara para jemaat duduk di bangku bertingkat berbentuk tapal kuda, yang melingkari sisi barat, utara dan timur.

Alam pun hadir dalam suasana ramah. Mendung bergayut di atas langit Plasa Patung Bedhol Desa, menjadikan matahari tak bersinar galak. Angin yang berhembus sepoi-poi dari wilayah perairan Waduk Gajahmungkur yang legendaris (menenggelamkan 61 desa), memberikan suasana sejuk dan nyaman.

Kebaktian

Dalam merayakan Hari Besar Kenaikan Isa Almasih, Kamis (9/5), umat Kristiani di seluruh dunia, fokus pada ibadah kebaktian untuk memperingati peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Yakni peringatan kenaikan Isa Almasih, menandai kebangkitan-Nya dari kematian. Sedangkan kalau Hari Raya Paskah, merupakan peringatan kenaikan-Nya ke surga.

Kenaikan itu, merujuk pada peristiwa Yesus naik ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya (Paskah), dan 10 hari sebelum Pentakosta. Kenaikan Isa Almasih menandakan kembalinya Dia kepada Bapa di surga, dan dimulainya era baru di mana Roh Kudus dicurahkan kepada para pengikutnya.

Sebagai pengikut Kristus, hendaklah memiliki memiliki kesatuan rasa. Bahwa di dalam Kristus kita satu, dalam bakti dan langkah bersama kepada Allah yang Esa. Umat Allah tetap kudus, mengimani bahwa melalui gereja, dipelihara dan saling memelihara satu sama lain. Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Semua orang merasakan keselamatan yang Allah sediakan dalam Tuhan Yesus, dengan kebenaran tentang kasih Allah yang melimpah di dalam putera-Nya. Dalam kuasa Roh Kudus, selalu diingatkan tentang apa yang dilakukan Tuhan Yesus. Bahwa kita adalah para utusan yang akan meneruskan karya Illahi, maukah kita melakukannya ?
Bambang Pur