blank
Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih menyerahkan cindera mata kepada Pj Bupati Buton Tengah Konstantinus Bukide, Selasa 7/5. (Foto:SB/Prokopim Kbm)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Selama tiga hari (7-9/5) jajaran Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara, dipimpin Sekda Konstantinus Bukide, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen.

Kedatangan Sekda Buton Tengah yang juga menjabat sebagai Pj Bupati diterima langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih bersama jajaran, mewakili Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang tengah melaksanakan kunjungan kerja di Eropa.

Sekda Bukide menyampaikan kedatangannya ke Kebumen ingin belajar secara langsung pembangunan Shrimp Estate atau Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di pantai selatan Kecamatan Klirong dan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Ia mengetahui Kebumen saat ini menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki kawasan budidaya udang modern yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Untuk itu kami dari jajaran Pemkab Buton Tengah sengaja datang ke sini, karena banyak saran dari luar agar kita belajar budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen. Karena di Indonesia BUBK itu baru ada di Kebumen,”ujar Bukide di ruang Arumbinang, Kompleks Pendopo Kabumian, Selasa (7/5).

blank
Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih dan pejabat Pemkab bersama rombongan Pemkab Buton Tengah di kompleks Pendopo Kabumian Selasa 7/5.(Foto:SB/Prokopim Kbm)

Menurut Bukide, Kabupaten Buton Tengah sebagian besar merupakan wilayah pesisir. Mayoritas penduduknya berproefsi sebagai  nelayan. Bahkan saat ini ada 1.000 hektare lahan yang dikelola masyarakat untuk budi daya udang.  Namun dia mengakui masih menggunakan sistem tradisional.

“Kita menangkap sebenarnya kita punya potensi karena sebagian besar wilayah kami adalah laut/ dan pesisir, serta ada 1.000 hektare lahan kita itu dikelola untuk budi daya udang. Kita ingin bagaimana ini bisa dikembangkan secara modern dengan sistem BUBK seperti yang ada di Kebumen,”ujar Bukide.

Selain ingin belajar BUBK, pihaknya juga ingin belajar pendirian Mal Pelayanan Publik (MPP). Dengan penduduk kurang lebih 100 ribu orang, terdiri dari 67 desa, dan 50 kelurahan, Bukide merasa  Buton  Tengah harusnya bisa lebih cepat berkembang.

“Buton Tengah ini nggak sebesar Kebumen. Dari segi penduduk dan wilayah lebih kecil. Jadi harusnya lebih mudah ditata, dan dikelola dengan baik. Mengatur masyarakat dengan penduduk yang lebih kecil kan harusnya lebih mudah daripada yang berpenduduk banyak. Karena itu kita perlu belajar ke sini,”tandas dia.

Wakil Bupati Ristawati menyampaikan, pihaknya sangat terbuka kepada siapa pun yang ingin belajar atau studi banding mengenai pendirian BUBK. Bahkan siap mendampingi kepala daerah lain untuk berkomunikasi dengan Kementerian KKP, karena pada prinsipnya BUBK dibangun untuk menyejahterakan masyarakat.

“Kita sangat terbuka kepada siapa pun yang ingin belajar, seperti yang disampaikan Pak Menteri pada saat berkunjung ke Kebumen bulan kemarin. Shrimp Estate Kebumen memang dibangun sebagai bentuk percontohan nasional, bagaimana daerah bisa membangun kawasan tambak udang modern,”terang Ristawati.

Wakil Bupati juga meminta kepada jajaran Pemkan Buton Tengah untuk berwisata. Ia menyebut Kebumen punya wisata yang lengkap, ada wisata pantai, pegunungan, gua, waduk, pemandian air hangat, dan juga river tubing. Termasuk wisata kuliner dan produk UMKM seperti batik dan kerajinan tangan lainnya.

“Jadi jangan lupa kalau ke Kebumen, harus berkunjung ke tempat wisata. Kami punya wisata yang lengkap. Ada pegunungan sampai laut kita punya, ga, waduk, arum jeram juga ada. Jadi silakan nanti kalau mau pulang juga bisa beli oleh-oleh batik khas Kebumen di Kampung Batik Tanuraksan,”ujar Ristawati dengan nada renyah.

Komper Wardopo