blank
Penyerahan paket sembako kepada perwakilan siswa SMP Negeri 1 Garung Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Di momentum ramadan 1445 H ini, civitas akademika SMP Negeri 1 Garung Wonosobo memanfaatkan waktu di bulan penuh berkah untuk menggelar kegiatan “Pesantren Kilat” bagi siswa-siswinya.

Kepala SMP Negeri 1 Garung Slamet Riyadi, Kamis (28/3/2024), mengatakan pesantren kilat juga ramaikan dengan Spensaga Peduli lomba pembuatan vlog, lomba khitobah bertema ramadan, peringatan Nuzulul Quran di Aula sekolah setempat.

Peringatan Nuzulul Quran yang diikuti seluruh siswa-siswi dan guru itu, menghadirkan penceramah K Mustofa Al Kifli pengasuh PP Darun Najjah Sibungkang Kepil yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kalibawang Kemenag Wonosobo.

“Semarak ramadan melalui event “Pesantren Kilat” digelar sebagai upaya pendidikan karakter pada siswa. Melalui kegiatan ini, siswa menempa kemampuan berpidato, penguasaan tehnologi informasi sekaligus menanamkan jiwa kepedulian pada sesama di bulan ramadan,” ujar Slamet Riyadi.

Di kegiatan Spensaga Peduli, dibagikan paket sembako kepada beberapa siswa dan warga sekitar sekolah. Sumber dana untuk bakti sosial berasal dari iuran siswa, guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Garung.

Tari Sufi

blank
K Mustofa Al Kifli saat menyampaikan hikmah nuzulul Quran di SMP Negeri 1 Garung Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Sebelum mendengarkan ceramah dari K Mustofa Al Kifli, siswa-siswi SMP Negeri 1 Garung disuguhi Tari Sufi asal Turki yang dibawakan Fathan, salah satu santri dari PP Darunnajah Sibungkang Kepil Wonosobo. Tarian yang dilakukan sebagai pembuka taushiyah itu, mendapat sambutan hangat dari siswa-siswi yang duduk secara lesehan tersebut.

Dengan mengenakan seragam khas berupa tanura, tenur dan topi sikey, sang penari mampu menampilkan tariannya secara apik. Dengan gerakan memutar-mutarkan badan, tanura yang dikenakan jadi mengembang dan mengitari gerakan memutar sang penari. Aksi tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi peserta pesantren ramadan.

Dalam ceramahnya, K Mustofa Al Kifli lebih banyak mengupas hikmah Nuzulul Quran. Menurutnya momen tersebut menandai awal dari sebuah perjalanan spiritual yang memperkaya kehidupan umat Islam. Al Quran merupakan kitab suci bagi umat muslim di dunia seluruh dunia dan punya mukjiyat yang sangat agung.

“Selama malam Nuzulul Quran, umat Islam termasuk para pelajar mesti banyak untuk merenungkan makna dan pesan yang terkandung dalam Al Quran serta memperbanyak amal ibadah. Tidak malah asyik bermain handphone yang bisa menjadi racun bagi para remaja,” katanya.

Menurutnya, pada malam yang penuh berkah dalam bulan suci ramadan, umat Islam diperingatkan akan momen penting dalam sejarah keislaman, yaitu Nuzulul Quran. Peristiwa tersebut tidak hanya memperingati kehadiran wahyu Allah tapi juga mengambil hikmah yang ada di dalamnya.

Muharno Zarka