blank
Tim SAR, Senin 18 Maret 2024 mengevakuasi jenazah santri Ponpes Manbaul A'laa Purwodadi yang hanyut saat menerobos banjir di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Foto: dok BPBD Grobogan

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dua santriwati Pondok Pesantren Manbaul A’laa Purwodadi Kabupaten Grobogan, Jateng yang dikabarkan hilang hanyut terbawa banjir akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul A’laa Purwodadi, yaitu Nurul Fajriyah (19) warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi dan Shofiatul Lailiyyah (19) warga Desa Tunggak, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.

Dua santriwati yang dikabarkan hilang sejak Sabtu 16 Maret 2024 ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia, Senin 18 Maret 2024. “Setelah dilakukan pencarian, dua santriwati tersebut ditemukan meninggal dunia,” jelas Kalak BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih melalui Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Kedua santriwati Ponpes Manbaul A’laa Purwodadi yakni Nurul Fajriyah dan Shofiatul Lailiyyah, pada Jumat 15 Maret 2024 berpamitan pulang ke rumah, namun hingga Sabtu 16 Maret 2024 tidak ada kabar.

“Kemudian hilangnya dua santriwati dari Ponpes Manbaul A’laa tersebut dilaporkan ke Polsek Purwodadi, Polres Grobogan pada Sabtu 16 Maret 2024,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Dedy Setyanto.

Kronologi hilangnya dua santriwati tersebut berdasar laporan ke kepolisian, berawal saat Nurul Fajriyah bersama Shofiatul Lailiyyah hendak pulang ke rumah pada Jumat (15/3/2024) Menerobos Banjir “Dua santriwati tersebut dari terminal lama Jagalan Purwodadi naik becak dan turun di perempatan Glugu, Purwodadi,” ungkap Kapolsek AKP Dedy Setyanto.

Setelah itu keduanya terlihat oleh warga berjalan kaki ke arah Desa Kedungrejo melewati banjir yang terjadi di Jalan Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.

Namun, setelah itu keduanya tak kunjung sampai ke rumah. Bahkan saat dihubungi oleh keluarganya, ponsel milik Nurul Fajriyah tidak aktif, sehingga keluarga kebingungan.

Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke Polsek Purwodadi, hingga akhirnya Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian kedua santriwati yang dilaporkan hilang tersebut di sekitar lokasi. Pencarian kemudian dilakukan Tim SAR gabungan dengan menyusuri sekitar lokasi saat kedua santriwati diduga hanyut. Hingga akhirnya kedua santriwati tersebut ditemukan sudah meninggal pada Senin 18 Maret 2024.

Tya Wiedya