blank
Para wisatawan kelas mengukir bersaama para mentor mengukir di Omah Laut Jepara

JEPARA (SUARABARU.ID) – Hari ini sudah ke 3 kalinya tamu yang menginap di Omah Laut Jepara yang berlokasi di Pantai Bondo mengikuti program kelas ukir dasar kayu. Program ini dilaksanakan dengan tujuan konservasi seni ukir agar menjadi bagian dari pariwisata. Bagian penting yang lain adalah untuk meningkatkan tingkat ekonomi dengan cara berbeda untuk perajin. Sebab kelas ukir dasar kayu ini adalah kelas berbayar yang memberi pengalaman merasakan menggunakan alat ukir dan merasakan suasana mengukir.

Para peserta sebelumnya mengikuti kelas mengukir juga mendapatkan pengetahuan secara ringkas tentang sejarah budaya seni ukir Jepara dari budayawan Jepara, Fahkrudin yang akrab disapa Bang Brodin

Mereka mendapatkan durasi dari kelas ini adalah 3 jam, panel kayu dan alat tatah disediakan di Omah Laut dan hasil ukir bisa dibawa pulang. “Panel ukuran 15 x 20 tebal 2 cm ini praktis ringan masuk tas atau koper ketika sudah ada hasil ukiran yang kita buat sendiri,” ujar Tenny pengelola Omah Laut Jepara yang juga fdikenal sebagai pegiat budaya di Jepara

blank
Wisatawan asing dari Jepang Akio Takeda bangga dengan karyanya

Pengajar adalah para ahli ukir di Jepara yang sudah berpengalaman dengan berbagai macam motif ukir yang begitu mengagumkan. “Namun karena saat ini belum punya jadwal kelas reguler dan tergantung permintaan reservasi tamu jadi Guru ukir yang bersedia tidak selalu orang yang sama. Hari ini guru ukir adalah Pak Heru atau biasa dipanggil Mas Cemplon, tinggal di Bangsri,” terang Tenny

Salah satu perlengkapan yang belum ada adalah meja untuk mengukir yang terdapat semacam kayu untuk menahan panel kayu ukuran kecil ini agar tidak geser kanan kiri ketika diukir. “Namun justru hal inilah yang membuat para murid terheran heran ketika guru mengukir menggunakan kakinya untuk jepit dan injak kayu agar diam ditempat,” ujar Tenny sambil tertawa

blank
Salah satu peserta kelas mengukir

Mereka mencoba pun tidak sanggup dan membutuhkan bantuan pihak lain untuk memegangi panel. Inilah hal yang mungkin buat kita biasa namun buat wisatawan asing adalah sesuatu yang mengagumkan. Free style carving -begitu responnya.

Peserta hari ini adalah wisatawan asing dari Jepang yaitu Akio Takeda, dan dari Austria Andreas Malandi serta Helmut Jorgi. Helmut yang telah dua kali ikut kelas ukir.

Selesai ikut kelas mengukir Helmut Jorgi mengungkapkan “ He lost competitor Pak Heru is too good to carve. I will never get there . Now I appreciate more (Pak Heru sangatlah ahli mengukir, kemampuanku tidak akan bisa sama seperti kemampuan Pak Heru. Sekarang aku lebih lagi menghargai kemampuan pengukir,” ujarnya. Ia sangat senang bisa mengikuti kelas ini.

Hadepe – tenny