blank
Kapolresta menginterogasi tersangka pencuri besi trotoar, hari ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Sejumlah besi penutup gorong- gorong trotoar di dekat kantor Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, diambil komplotan pencuri. Akibat besi penutup saluran air di trotoar diambil, lubangnya menganga dan cukup berbahaya bagi pejalan kaki.

Kapolresta Magelang, Kombes Mustofa SIK MH, dalam jumpa pers yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Rifeld Constantine Baba SIK SH MH dan Kasi Humas AKP Prapta Susila SH MM menjelaskan, hilangnya sejumlah besi di atas trotoar itu diketahui pada awal Desember 2023 sampai Januari 2024. Tepatnya di sepanjang Jalan Medang Kamolan, Dusun Gendingan, Desa/Kecamatan Borobudur dan area Taman Wisata Candi Borobudur.

Pelapor kejadian itu Camat Borobudur, Subiyanto. Sedangkan besi yang hilang itu adalah milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Polisi pun bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penyidikan. Termasuk meminta keterangan sejumlah saksi dan melihat CCTV. Hingga akhirnya berhasil menangkap sejumlah tersangka pelaku pencurinya.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kapolresta, tersangkanya adalah Ali Saifudin (40) warga Drojogan, Sidomulyo, Salaman, Kabupaten Magelang. Kemudian Syaban Nurhadi (29) warga Kiringan, Ringinanom, Borobudur. Lalu Eko Widiyanto (34) warga Ngentak, Gelangan, Magelang Tengah Kota Magelang.

Selain itu Teto Hendri Saputra (23) warga Desa Kauman, Salaman, Kabupaten Magelang. Kemudian yang diduga sebagai penadahnya adalah Ngalimun (45) warga Ringinanom, Kecamatan Borobudur. Sementara tersangka Bayu Nur Latif (36) belum tertangkap.

Selebihnya dijelaskan, awalnya diketahui sebanyak enam buah manhole cover atau penutup gorong-gorong yang terbuat dari besi di trotoar wilayah Borobudur telah hilang. Selain itu 107 buah tree gate dan sembilan buah drain gate yang terbuat dari besi juga hilang. Hasil interogasi, para pelaku mengambil pada malam hari.

Sejumlah tersangka mengaku sudah beberapa kali mengambil besi pelengkap trotoar itu. Selanjutnya dijual ke tukang rongsok, seharga Rp 5.200/kg.

Eko Priyono