blank
Unit mobil dapur umum BPBD dibuka di posko pencarian anak hanyut, rumah Warno RT 6 RW 7 Candi Stoom, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat siang (12/1/2024). Foto: Dok Absa

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Hari kedua pencarian anak hanyut di Kali Kagok Kelurahan Wonotingal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang membuka dapur umum di posko rumah Warno RT 6 RW 7 Candi Stoom, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat (12/1/2024).

Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martantono menyatakan, jika pembukaan dapur umum tersebut, sebagai langkah BPBD untuk mendukung logistik tim gabungan dan relawan dalam melanjutkan pencarian anak hanyut di Kali Kagok Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, yang hingga hari kedua ini belum ketemu.

“Unit mobil dapur umum BPBD kita turunkan, untuk mensupport logistik tim gabungan dan relawan. Mulai operasional siang tadi sekitar jam 13.00 WIB,” terangnya.

Dengan dibukanya unit mobil dapur umum, lanjut Endro, diharapkan dapat memberikan semangat dan menghindarkan kekurangan logistik tim gabungan dan relawan pencarian anak hanyut di Kali Kagok.

Diharapkan Segera Ditemukan

Selain itu, Endro Pudyo Martantono juga berharap, pencarian anak hanyut di Kali Kagok bernama lengkap Muhammad Nur Alif Purnomo (9) itu, segera ditemukan maksimal besok hari Sabtu atau tiga hari sejak hanyutnya korban.

“Ya memang sampai dengan hari kedua ini, pencarian ini kita belum ada target sampai berapa hari, tapi prinsipnya tim gabungan akan berupaya terus. Mudahan-mudahan hari ketiga maksimal korban bisa ditemukan, selama cuaca mendukung,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat hujan deras yang cukup lama, seorang anak hanyut di Kali Kagok, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang kisaran pukul 14.30 WIB siang, Kamis (11/1/2024).

Informasi yang dihimpun, anak yang hanyut tersebut bernama lengkap Muhammad Nur Alif Purnomo ( 9), putra dari Arie Po Eng dan Miati, warga RT 08 RW 05, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, yang masih tercatat sebagai siswa kelas 2 di SD Negeri Wonotingal.

“Tadi informasi kami terima sekitar jam 14.30 an. Dari informasi, anak-anak biasanya main prosotanbdi depan TK (Kagok), mungkin tadi turunnya bablas jatuh ke Kali Kagok. Saat kejadian tadi infonya anak itu menggunakan kaos biru,” jelas Teguh, Ketua RW 05 di sekitar Kali Stoom, terusan dari Kali Kagok, di saat pencarian hari pertama.

Absa