blank
Rektor USM, Supari dan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso, mengunjungi stan di Festival Komukino ke-9 Ilkom USM bertajuk Jateng Gemes. Foto: Diaz Aza

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sejumlah potret budaya di kota-kota di Jawa Tengah dipamerkan dalam Festival Komukino yang digarap oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM), di Auditorium Ir Widjatmoko, Kamis 11 Januari 2024.

Festival Komukino ke-9 Ilkom USM  kali ini bertajuk Jateng Gemes, dengan masih tetap membawa pesan-pesan kebudayaan asal Jawa Tengah, seperti ragam kuliner, batik, kesenian,  permainan tempo dulu seperti dakon, dan lainnya.

“Penyelenggaraan festival Komukino menjadi ajang bagi mahasiswa/I untuk mengintegrasikan mata kuliah agar memberikan manfaat pada masyarakat secara luas,” kata Ketua Panitia Festival Komukino ke 9 Ilkom USM, Anggita Cindy.

Lebih lanjut, Anggita Cindy menerangkan, bila realisasi mata kuliah melalui kegiatan seperti Komukino memberikan manfaat dan pembelajaran mendalam bagi mahasiswa.

“Selain itu juga tema yang diusung Jateng Gemes, dapat,membangun dan menguatkan rasa cinta terhadap budaya warisan nenek moyang,” katanya.

Sementara Rektor USM, Supari mengatakan, Festival Komukino bertajuk Jateng Gemes merupakan bukti komitmen dari Ilmu Komunikasi untuk mengkomunikasikan budaya kepada khalayak lintas zaman khususnya.

Adapun dalam pesan komunikasi itu juga diiringi inovasi untuk membina rasa memiliki dan apresiasi terhadap kebudayaan/Jawa Tengah.

“Kegiatan ini mencerminkan visi Universitas yang keindonesiaan. USM menunjukkan komitmen dalam bentuk dukungan terhadap inisiatif untuk memperjuangkan pelestarian budaya Jawa Tengah. Festival Komukino jadi tonggak penting dalam mengomunikasikan jati diri keindonesiaan pada generasi muda,” katanya.

Lebih jauh kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso.

“Luar biasa kita apresiasi, adik-adik mahasiswa ini menggali potensi budaya kedaerahan yang dituangkan seperti di kuliner,” kata dia.

blank
Pengunjung Festival Komukino bermain dolanan lawas dakon di Festival Komukino ke- 9 Ilkom USM. Foto: Diaz Aza

Adapun, festival yang digelar selama satu hari penuh tersebut menampilkan ragam kuliner dari enam karesidenan di Jawa Tengah.

Beberapa yang ditampilkan seperti festival budaya dolanan, batik, dan aksara jawa, penampilan tari Gedruk, kentrung, dan teater Sandilarak.

Sama seperti Komukino tahun-tahun lalu, Komukino yang ke-9 juga menyelenggarakan Komukino Award dengan tiga nominator utama, Teater Sandilarak, Tari Gedruk, dan Kentrung Ken Palman.

Prodi Ilmu Komunikasi USM berharap, melalui Festival Komukino ke 9 generasi muda khususnya mahasiswa dapat merayakan, mencintai dan melestarikan budaya.

Kemudian, bersama-sama berusaha memberikan dampak yang berkelanjutan pada generasi muda, dan menginspirasi mereka menjadi pewaris legasi budaya.

Diaz Aza