blank
Babinsa Pelda Sugeng (berdiri kiri) dari Koramil-06 Batuwarno Kodim 0728 Wonogiri, ikut menyampaikan materi tentang pencegahan tindak kekerasan pada anak dan perempuan.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Mengapa kasus kekerasan pada anak dan perempuan masih terus terjadi ? Karena ternyata banyak aspek yang menjadi pemicunya. Termasuk hilangnya rasa kasih sayang dari orang-orang dekat, yang semestinya memberikan proteksi atau perlindungan.

Orang dekat yang dimaksud, dapat datang dari orang tua (tiri dan kandung), saudara atau famili, wali anak, tetangga, figur yang dituakan dan layak sebagai sosok pemimpin yang memberikan tauladan, bahkan guru yang berkewajiban menjadi insan pendidik.

Ironisnya, yang sering mencuat jadi perbincangan publik dan muncul ramai di pemberitaan media massa, kasus kekerasan pada anak dan perempuan dilakukan oleh orang tua pada anaknya (termasuk anak tiri), suami pada istri, dan bahkan guru yang tega memperdayai muridnya sebagai objek pemuas napsu bejat seksualnya.

Di sisi lain, kurangnya pengawasan dari orang tua, pengaruh lingkungan, pergaulan bebas, kurangnya akses pengetahuan tentang reproduksi dan tidak diperolehnya bekal pendidikan seks secara terukur pada anak.

Juga oleh pengaruh tekanan faktor ekonomi, dan oleh kemajuan TI (Teknologi Informasi) dari gadget. Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari Bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia, gadget disebut sebagai “acang”. Seperti dari Ponsel misalnya, bila disalhfungsikan dapat berdampak negatif.

Sosialisasi

Di Kabupaten Wonogiri, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan pada perempuan dan anak. Sebagaimana yang dilaksanakan di Balai Desa Sendangsari, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri misalnya, digelar sosialisasi dan edukasi perlindungan kekerasan pada anak dan perempuan.

Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri, Pelda Indra, mengabarkan, ikut hadir memberikan materi sosialisasi edukasi Babinsa Pelda Sugeng dari Koramil-06 Batuwarno Kodim 0728 Wonogiri. Kegiatan ini juga melibatkan Aipda Yulianto dari Polsek Batuwarno, Ny Deny dari Puskesmas, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kristiningsih, dan Kades Sendangsari, Anom Wibowo.

Sosialisasi dan edukasi ini, bertujuan untuk memberikan informasi pembekalan kepada para kader tentang langkah pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan pada perempuan dan anak. Harapannya, pasca sosialisasi para kader dapat menyebarluaskan materi yang diperoleh kepada masyarakat.

Masyarakat perlu dipahamkan, agar terketuk dan peduli untuk turut serta memberikan perannya secara aktif. Yakni dalam ikut melakukan pencegahan tindak kekerasan pada perempuan dan anak. Agar ancaman kekerasan pada perempuan dan anak, dapat diantisipasi sejak dini.
Bambang Pur