blank
KARYA - Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Brebes, memperlihatkan karyanya yang menorehkan prestasi internasional. (Foto: Sutrisno)

BREBES (SUARABARU.ID) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes, Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi internasional. Kali ini menggondol empat Award dalam kompetisi Robotika Internasional yang digelar Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan, Korea Institute for Robot Industry Advancement, dan Korea Association of Robot Industry. Dalam kompetensi bergengsi tersebut, MAN 1 Brebes berhasil mendapatkan 4 award dari kompetisi tersebut.

“Alhamdulillah, tim robotika MAN 1 Brebes berhasil meraih empat award internasional di ajang Al Robot Challenge 2023 Al Mobility Challenge,” kata Kepala MAN 1 Brebes Nurhayati saat ditemui di ruangkerjanya, Sabtu (28/10/2023).

Nurhayati berharap capaian dan prestasi MAN 1 Brebes tidak sampai di situ saja. Untuk itu, pihaknya akan terus membimbing, melatih, mengasah dan mendorong peserta didik berjuang di ajang kompetisi robotik dan ajang kompetisi lainnya. “Prestasi MAN I Brebes pada hakekatnya prestasi anak didik, guru, karyawan dan komite madrasah. Semoga apa yang dihasilkan para siswa mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pembina Tim Robotika MAN 1 Brebes Akhmad Iskandar Annur, menjelaskan di ajang Al Robot Challenge 2023 dan Al Mobility Challenge diselenggarakan secara daring di Korea, 11-14 Oktober 2023. Pihaknya mengirimkan tiga tim dan memperoleh 4 penghargaan. “Alhamdulillah kemampuan berfikir dan kreasi siswa MAN 1 Brebes dalam pengembangan teknologi sangat luar biasa, sehingga layak diapresiasi,” ucap Iskandar.

MAN 1 Brebes mengirimkan Tiga Tim Robotik yakni Tim Brambang dengan Project the Pimonfield R-O Robot berhasil mendapatkan dua penghargaan sekaligus yaitu Bronze Medal & Technical Award. Tim The Journey dengan Project SPOFARM (Smart Prototype Farming) berhasil mendapatkan penghargaan Silver Medal. Dan Tim The VALLEY dengan Project Smartty bar (Smart Security Bar) berhasil mendapatkan penghargaan The Valley Excellent Medal.

Setiap project yang dibuat, lanjut Iskandar, memiliki fungsi tersendiri yaitu pertama, SPOFARM (Smart Prototype Farming) merupakan sistem persawahan bawang merah yang dalam pengelolaannya dibantu dengan sistem otomasisasi robotik. Dengan bantuan beberapa sensor dan mikrokotroler terdapat sistem pengairan yang otomatis, alat untuk mengukur tingkat kebasahan tanah, dan tempat penjemuran hasil panen yang otomatis. Semua sistem otomasisasi ini berbasis IOT (Internet of Think) dan sumber daya listrik juga menggunakan sistem energi matahari (panel surya).

Kedua, The Pimonfield R-O (Robot persawahan bawang merah) merupakan alat hasil pengembangan dari prosadas yang khusus untuk mengetahui tingkat kelembaban (kebasahan) bedengan dan ketinggian air solokan pada sistem persawahan bawang merah daerah Brebes. Kelebihan Silabang sudah menggunakan sistem robotik dan berbasis IOT.

Alat ini dapat membantu petani bawang merah dalam memberikan informasi tingkat kelembaban bedengan dan ketinggian air solokan secara real time, kapanpun dan dimanapun petani berada dengan mengaksesnya melalui aplikasi yang digunakan pada HP Android secara akurat sehingga diharapkan kualitas hasil panen bawang merah daerah Brebes sangat unggul.

Sedangkan Smartty bar (Smart Security Bar) merupakan alat yang digunakan untuk membantu mencegah terjadinya kejahatan atau tindak kriminal pada lingkungan perumahan. Menggunakan sensor gerak dan ESP 32 Cam serta berbasis IOT.  Alat ini dapat mendeteksi setiap pergerakan orang di sekitar lingkungan tempat tinggal. Potret gambar hasil deteksi dari alat ini dikirim otomatis melalui telegram, jika terdapat orang yang tidak dikenal dan bersifat mencurigakan operator dapat menyalakan lampu atau sirine dari jarak jauh melalui telegram sebagai tanda bahaya. Diharapkan jika alat ini dugunakan, tindak kejahatan dapat dicegah sebelum pelaku kejahatan beraksi sehingga meminimalisir tindak kejahatan khususnya di lingkungan perumahan.

Sutrisno