blank
Kepala LPM UKSW, Dr. Adita Sutresno, S.Si., M.Sc memberi sambutan saat menerima tim ANAAA. Foto: Dok/UKSW

SALATIGA (SUARABARU.ID) – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyambut anjangsana tim Badan Nasional Pengkajian Evaluasi dan Akreditasi Akademik (ANAAA) Timor Leste, di Ruang Rapat Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) pada Selasa (24/10/2023). Anjangsana ini diusung melalui kegiatan benchmarking penjaminan mutu pendidikan tinggi guna mengembangkan kemitraan internasional.

Tim ANAAA yang hadir terdiri dari para ahli, yaitu Executive Director Nilton D. Paiva Mau, Ph.D, Finance and Admin Officer Ivanna de Jesus, serta Information Officer Cipriano Soares.

Kepala LPM Dr. Adita Sutresno, S.Si., M.Sc., menerima kunjungan bersama Direktur Penjaminan Mutu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2MP) Ners Rosiana Eva Rayanti, S.Kep., MSN., Direktur Direktorat Kealumnian dan Karier (DKK) Dra. Lina Sinatra Wijaya, M.A., Ketua Unit Penjaminan Mutu Fakultas (UPMF) Dr. Supatmi, SE., M.Akt., Auditor Dr. Purwanti Kusumaningtyas, M. Hum, Kepala Bagian (Kabag) LPM, dan Kabag Direktorat Kerja Sama (Diker) Ardiyarso Kurniawan, M.Hum., serta tenaga kependidikan lainnya.

Dr. Adita Sutresno mengucapkan selamat datang kepada tim ANAAA. “Ini adalah momen yang baik untuk belajar bersama dan sharing pengalaman mengenai penjaminan mutu,” ungkapnya.

ANAAA yang menjalin kerja sama dengan badan akreditasi di beberapa negara seperti Indonesia, Australia, Filipina dan Malaysia ini dinyatakan memiliki kedekatan dengan UKSW. “Rektor ketiga UKSW dan Rektor Intiyas juga merupakan assessor ANAAA,” tambahnya.

Dikatakan, kedatangan ANAAA di UKSW merupakan bukti bahwa pengelolaan penjaminan mutu di UKSW cukup baik. Hal inilah yang membuat lembaga tersebut ingin mendapatkan best practice di UKSW, untuk menjadi rekomendasi pengelolaan penjaminan mutu pada perguruan tinggi di Timor Leste.

“Kunjungan ini sangat berarti dikarenakan ANAAA menaruh kepercayaan kepada UKSW. Selain itu, praktik baik pengelolaan penjaminan mutu yang diterapkan di UKSW menjadi role model yang dapat diadopsi di Timor Leste,” bebernya.

Ia berharap pengalaman yang UKSW bagikan dapat bermanfaat bagi ANAAA, di mana banyak alumni UKSW mempunyai peran penting bagi lembaga tersebut dan pemerintahan Timor Leste. Selanjutnya. Ia juga ikut mendukung kunjungan ini dapat diimplementasikan dalam kerja sama lebih konkrit.

Kunjungan yang berarti

Selain agenda benchmarking yang dilakukan, penandatanganan Implementation Agreement (IA) juga dilakukan oleh Dr. Adita Sutresno dan Nilton D. Paiva Mau. IA merupakan wujud kerja sama dua lembaga tersebut untuk melaksanakan benchmarking Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Selain itu, dalam pertemuan ini juga diadakan penjajakan kerja sama seperti tawaran studi lanjut bagi mahasiswa di Timor Leste untuk studi magister dan doktor di UKSW.

Dalam kunjungannya, Nilton D. Paiva Mau yang juga merupakan alumni Program Studi Magister Manajemen (MM) UKSW mengapresiasi pengelolaan penjaminan mutu di UKSW. “Kunjungan ini sangat berarti dan bermanfaat bagi kami, kami akan share kepada para rektor,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam penerapannya, digitalisasi seperti yang sudah dilakukan UKSW untuk pengelolaan penjaminan mutu penting dilakukan. Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa kualitas merupakan harga mati dalam pendidikan dan merupakan proses sepanjang hayat.

Dalam kesempatan yang sama, Ners Rosiana Eva Rayanti ikut membagikan pengalaman dalam Penjaminan Mutu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Supatmi, SE., M.Akt., membagikan pengalaman mengenai UPMF, Kabag Penjaminan Mutu Pendidikan I Adela Istanto, S.Pd., M.Pd., memaparkan mengenai Sistem Informasi Penjaminan Mutu Internal (Siimut) UKSW, dan Kabag Penjaminan Mutu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat I, Ricky Reza, S.Ds., memaparkan materi mengenai pendampingan yang dilakukan dalam penjaminan mutu fakultas dan direktorat di UKSW.

Ning S