blank
Koordinator lomba LKTI Lia Supardianik membuka acara lomba.

JEPARA (SUARABARU.ID) — Sebanyak 13 finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) unjuk gigi di Museum R.A. Kartini Jepara, Rabu (25/10/2023). Mereka mempresentasikan hasil penggalian beragam iinformasi, mengenai kekayaan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Para finalis tersebut sebelumnya telah lolos tahap seleksi. Dari 37 menjadi 13 peserta. Terdiri dari 8 kategori pelajar ditambah 5 kategori umum. Hal itu disampaikan koordinator lomba dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Lia Supardianik. “Awalnya ada 37 peserta, 25 kategori pelajar 12 umum. Tidak lolos kebanyakan yang ditulis bukan OPK,” ujarnya.

Lomba tersebut, kata dia, merupakan rangkaian acara Sarak Museum R.A. Kartini Jepara. Tujuannya adalah untuk menggali beragam informasi dan kekayaan OPK di Jepara. Sebagai salah satu upaya dalam pelestarian, pemanfaatan, hingga pengembangan objek pemajuan Kebudayaan. “Untuk kemudian diajukan menjadi nominasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia di kemudian hari,” terangnya.

Beberapa jenis atau domain OPK dari Jepara telah ditetapkan sebagai WBTB. Diawali pada tahun 2015 penetapan ukir. Kemudian tahun 2020 penetapan pesta lomban, Jembul Tulakan, dan perang obor.

Berikutnya, di tahun 2022 penetapan tenun ikat Troso, serta tahun 2023 ini ditetapkan kesenian kentrung dan emprak sebagai WBTB Indonesia.

Pemenang lomba ini terdiri dari juara I, II, dan III, baik kategori pelajar maupun umum. Masing-masing mendapatkan uang pembina sebesar Rp2 juta, Rp1,5 juta, dan Rp1 juta.

Penilaian terhadap para finalis melibatkan tiga juri penggiat literasi maupun budaya Jepara. Mereka ialah Hadi Priyanto, Amin Ayahudi, dan Lia Supardianik. Aspek yang dinilai meliputi kesesuaian tema, format penulisan, ide-gagasan, serta tampilan presentasi.

Hadepe – Pri