blank
GUNTING PITA - Operasionalisasi MRI diawali pengguntingan pita oleh Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, drg Agus Dwi Sulistyantono. (Foto: Sutrisno)

TEGAL (SUARABARU.ID) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal, mengoperasionalkan alat diagnostic mutakhir Magnetic Resonance Imaging (MRI). Mengawali operasionalisasi MRI ditandai dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi oleh Direktur Kardinah yang juga Sekda Kota Tegal, drg Agus Dwi Sulistyantono, Selasa (17/10/2023).

Agus menyampaikan, alat MRI dulu RSUD Kardinah sudah pernah punya. Tapi MRI yang sekarang kualitasnya tambah bagus. MRI saat ini kualitasnya 1.5 tesla (high tesla) yang punya kelebihan. “Waktunya lebih cepat, kualitas lebih bagus bahkan 90 persen tanpan ada kontras sehingga hasilnya juga berkualitas,” kata Agus.

MRI adalah alat diagnostic mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh dengan menggunakan medan magnet yang besar (High Tesla) dan menggunakan gelombang frekuensi Radio tanpa Sinar X ataupun zat radioaktif.

“Fungsi MRI untuk memberikan gambaran yang dapat menunjukan perbedaan sangat jelas dan lebih sensitive untuk menilai anatomi jaringan lunak. terutama otak, sumsum tulang belakang dan susunan saraf serta jaringan lainnya seperti otot, ligament, tulang rawan, tendon, dan tulang sendi, meliputi MRI kontras dan non kontras,” terang Agus.

Agus berharap dengan adanya MRI di RSUD Kardinah Kota Tegal, rumah sakit sekitar tidak perlu membawa pasiennya ke Semarang maupun kota besar lainnya  yang akan memakan waktu. “Selain untuk pasien umum, MRI dipastikan juga bisa untuk pasien BPJS dipersilahkan,” kata Agus.

Keunggulan MRI resolusi gambar MRI lebih tinggi, bersifat non-infasif, anpa radiasi pengion, gambar struktur jaringan lunak sangat jelas dan detail, dapat membuat ratusan gambar dari hampir semua arah (multiplanar). Anggaran untuk pengadaan alat MRI sendiri kata Agus mencapai Rp 25 Miliar lebih

MRI adalah pemeriksaan yang dilakukan menggunakan gelombang radio dan teknologi magnet. Berbeda dengan radioterapi, MRI tidak menggunakan sinar radiasi sehingga tergolong lebih ramah bagi seluruh pasien, misalnya ibu hamil.

“Pemeriksaan MRI sering kali dikaitkan dengan pasien yang mengalami keluhan pada otak, sendi, tulang, jaringan lunak, dan pembuluh darah,” ujarnya.

Tujuan utama sekaligus fungsi MRI adalah sebagai penunjang atau alat bantu dokter dalam memberikan diagnosis secara akurat kepada pasien mengenai masalah kesehatan yang dialami.

Pemeriksaan ini akan menghasilkan gambar berupa organ, jaringan, dan sistem rangka dengan resolusi tinggi. Gambar tersebut dibutuhkan dokter untuk menentukan letak gangguan dan menentukan cara pengobatan paling tepat terhadap pasien sekaligus mengevaluasi efektivitas terapi.

Selain itu, MRI adalah pemeriksaan yang sering dilakukan sebelum memutuskan suatu tindakan, sebut saja pada organ otak. Hasil yang diperoleh dari MRI dapat digunakan sebagai pertimbangan langkah operasi otak.

Beberapa organ yang biasanya diperiksa melalui MRI adalah tulang dan sendi, saraf tulang belakang dan otak, jantung dan pembuluh darah, payudara, serta organ dalam lainnya.

MRI adalah prosedur pemeriksaan dengan teknologi terbaru yang memiliki beberapa keunggulan, seperti tidak menggunakan radiasi. Mampu mencakup sebagian besar tubuh MRI jarang memunculkan reaksi alergi. “Berfungsi untuk melihat penyebaran kanker dan menentukan langkah pengobatan terbaik tanpa pembedahan (non-invasif). Gambar yang dihasilkan cukup jelas jika dibandingkan dengan teknik lainnya,” tutupnya.

Sutrisno