blank
Shalat Istisqa yang digelar warga Kecamatan Undaan. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Seratusan lebih warga dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Undaan, Kudus menggelar shalat Istisqa menyusul kemarau panjang yang terjadi. Pelaksanaan shalat minta hujan tersebut dilakukan di lapangan desa Undaan Kidul, Jumat (13/10).

Pelaksanaan shalat dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB atau sesudah shalat Jumat. Meski panas terik membakar kepala, namun jamaah tetap berduyun-duyun mengikuti pelaksanaan shalat yang diinisiasi oleh Pemerintah Kecamatan Undaan tersebut.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Undaan Arif Budianto, serta sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Undaan.

Tak hanya jamaah laki-laki, sejumlah jamaah perempuan dan anak-anak pun turut untuk mengikuti shalat ini. Dengan membawa perlengkapan shalat berupa sajadah sendiri-sendiri, para jamaah membentuk shaf-shaf dengan rapi di antara rekahan tanah lapangan yang muncul akibat kekeringan.

Diawali dengan lantunan pujian yang berisikan doa minta hujan, shalat pun dimulai. Bertindak sebagai imam dan khatib shalat tersebut adalah Katib Syuriah MWC NU Kecamatan Undaan KH Subhan Alhafidz.

Pelaksanaan shalat persis dengan shalat Ied yakni sebanyak dua rakaat yang mana sesudah takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan takbir 7x pada rekaat pertama, dan 5x takbir pada rekaat kedua. Setelah shalat dilanjutkan dengan pembacaan khutbah yang berisikan permohonan ampunan kepada Allah serta untaian doa agar segera diturunkan hujan..

blank
Camat Undaan Arif Budiyanto. foto: Ali Bustomi

KH Subhan Alhafidz dalam keterangannya usai shalat mengatakan, shalat Istisqa merupakan ajaran yang diberikan Rasulullah ketika turun cobaan berupa musim kemarau yang Panjang. Inti shalat ini adalah permintaan ampunan kepada Allah akan dosa-dosa manusia, serta permohonan rahmat untuk menurunkan hujan.

“Ya intinya sebagai manusia, kita harus instropeksi diri dengan memohon ampun atas dosa yang diperbuat. Dan memohon agar segera diturunkan hujan setelah sekian lama kemarau panjang,”paparnya.

Senada, Camat Undaan Arif Budianto menambahkan, kemarau panjang yang terjadi berdampak cukup signifikan bagi masyarakat Undaan. Untuk kebutuhan air minum, selama ini masyarakat sudah dibantu oleh BPBD. Namun, untuk kebutuhan pertanian dan MCK, saat ini masyarakat masih sangat kesulitan.

“Apalagi diketahui selama ini Kecamatan Undaan adalah Kawasan penyangga pangan di Kabupaten Kudus. Aliran irigasi dari Kedungombo juga belum maksimal mengairi lahan pertanian sehingga banyak petani di sini yang belum bisa memulai tanam,”tandasnya.

Dengan pelaksanaan shalat Istisqa ini, kata Arif, pihaknya mengajak warga untuk mengetuk pintu langit dengan memohon rahmat dari Allah SWT berupa turunnya hujan demi keberlangsungan hajat hidup masyarakat.

Ali Bustomi