blank
Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., memindahkan tali kuncir Pastor Dr. Yulius Yasinto, SVD, MA, MSC., sebagai tanda kelulusan. Foto: UKSW

SALATIGA (SUARABARU.ID) – Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (Yapenkar) Kupang Pastor Dr. Yulius Yasinto, SVD, MA, MSc., berhasil meraih gelar Doktor Studi Pembangunan (DSP).

Keberhasilan meraih gelar itu diraihnya setelah menjalani Promosi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin (FId) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (07/08/2023). Pastor Dr. Yulius Yasinto menjadi lulusan ke-73 Prodi DSP.

Melalui Promosi Doktor yang dipimpin langsung oleh Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., Pastor Dr. Yulius Yasinto lulus dengan predikat terpuji.

Orasi ilmiah bertajuk “Pembangunan Infrastruktur Pertanian dan Kesejahteraan Petani: Analisis Livelihood Petani Kawasan Irigasi Bena” dipaparkannya di hadapan Promotor Prof. Daniel Daud Kameo, S.E., M.A., Ph.D., Ko-promotor Prof. Dr. Robert M.Z. Lawang, dan Marwata S.E., M.Si., Akt., Ph.D., serta penguji Prof. Dr. Gatot Sasongko, S.E., M.S., Dr. Pamerdi Giri Wiloso, M.Si., dan Dr.Ir. P. Wiryono Priyotamtama, SJ, M.Sc.

Dalam studinya, ia mengkaji kontribusi pembangunan infrastruktur pedesaan (sistem irigasi) dan teknologi pertanian terhadap penghidupan masyarakat petani di daerah Irigasi Bena di Kabupaten Amanuban Selatan, Timor, Nusa Tenggara Timur.

Reformasi Kebijakan

Lebih lanjut, Pastor Dr. Yulius Yasinto menyebut bahwa data statistik menunjukkan bahwa meskipun ada pembangunan infrastruktur pertanian yang signifikan, kesejahteraan masyarakat setempat tetap terbelakang dan kemiskinan tetap ada.

Adapun kajian yang dibuatnya, menemukan bahwa kontribusi pengembangan aset alam terhadap kemajuan ekonomi telah ditentukan dan dibatasi oleh berbagai hal.

blank
Ketua Pengurus Yapenkar Kupang Pastor Dr. Yulius Yasinto, SVD, MA, MSC., meraih gelar Doktor Studi Pembangunan dalam Promosi Doktor, Senin (07-08-2023). Foto: Humas UKSW

“Beberapa hal tersebut meliputi ketimpangan akses terhadap tanah dan air, modal atau sumber daya keuangan, dan penyediaan teknologi dan pengetahuan,” terang pria kelahiran Manggarai, Flores 58 tahun silam ini.

Selanjutnya, Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) periode 2009-2017 ini merekomendasikan reformasi kebijakan pembangunan perdesaan dengan fokus pada peningkatan kapasitas ekonomi rumah tangga petani dan peningkatan kapasitas kelembagaan sosial pendukung.

Selain itu, peningkatan pemerataan akses tanah dan air, sumber daya keuangan dan teknologi atau pengetahuan, serta pengembangan eko-pertanian berbasis pertanian skala kecil juga menjadi rekomendasi yang ia berikan dari hasil disertasinya.

Promosi Doktor Pertama

Rektor Intiyas dalam sambutannya memberikan apresiasi atas gelar doktor yang telah berhasil Pastor Dr. Yulius Yasinto raih. Ia menegaskan bahwa Pastor Dr. Yulius Yasinto menyandang status sebagai lulusan creative minority yang mampu menggerakkan massa di gereja maupun masyarakat sekitar.

“Selamat kepada Pastor Dr. Yulius Yasinto. Dengan visi entrepreneurship research university, Pastor Dr. Yulius Yasinto menjadi lulusan menghasilkan riset yang berdaya dampak dan siap melayani ladang Tuhan seutuhnya,” pungkas Rektor Intiyas.

Sementara itu Promotor sekaligus Dekan FId dan Ketua Program Studi (Kaprodi) DSP Prof. Daniel Daud Kameo menyebut bahwa Pastor Dr. Yulius Yasinto merupakan doktor pertama yang memulai tradisi baru dengan promosi doktor yang mana sebelumnya ia telah dinyatakan lulus dalam sidang tertutup. Ia turut mengapresiasi topik disertasi yang tidak mudah yang dipilihnya, namun dapat diselesaikan dengan baik.

Turut menghadiri Promosi Doktor, Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, Pater Dr. Philipus Tule, SVD., menyebut bahwa studi yang dihasilkan Pastor Dr. Yulius Yasinto merupakan studi yang menjadi harapan bagi banyak orang baik dari UNWIRA, masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dan akademisi.

“Dari disertasi ini kami merasakan kolaborasi yang dibangun antara pemerintahan NTT dengan UKSW. Kami mengharapkan hasil kajian akan memberikan solusi berbagai masalah sosial, ekonomi, dan pembangunan. Semoga ini menjadi kontribusi yang besar bagi UKSW, UNWIRA dan lembaga lain yang peduli dengan NTT,” pungkasnya.

Promosi Doktor ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Sandjojo, Romo Dr. Ir. P Wiryono Priyotamtama, M.Sc., SJ., yang juga merupakan penguji, sejumlah pengurus Yapenkar, Rektor Soegijapranata Catholic University (SCU) Dr Ferdinandus Hindiarto, SPsi, MSi., serta sejumlah tamu undangan lainnya.

wied