blank
PANEN - Pemilik lahan Suwatno, dari Stefes Indonesia Umar Yusuf, dan BPP Ampel Gading, Pemalang Dahlan menunjukkan padi siap panen. (Foto: Sutrisno)

PEMALANG (SUARABARU.ID) – Mengurangi penggunaan pupuk kimia terhadap tanaman padi ternyata hasil produksi saat panen meningkat. Hal itu terbukti saat penan bersama demplot (domontration plot) padi kelompok tani Kemurang di Kabupaten Pemalang, Kamis (27/7/2023).

“Hasil panen padi sebelumnya hanya 9-10 Ton per hektar, dan saat ini setelah memakai pupuk humic acid hasilnya mencapai 11 Ton per hektarnya,” kata Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ampel Gading, Kabupaten Pemalang, M Dahlan (55) di sela panen. Kandungan pada Humid Acid organik yang paling banyak terdapat dalam air gambut. Pada senyawa humat terdapat ikatan aromatik kompleks yang memiliki gugus fungsional.

Disebutkan, humid acid merupakan organik alami dengan kandungan humus konsentrat tinggi yang diekstrak dari batuan alam. Granukar kristal hitam mudah larut diformulasi dengan teknologi khusus sehingga tidak meninggalkan serbuk ataupun ampas.

Selain itu humid acid bersesuaian pupuk atau pestisida sehingga bisa disemprotkan ke daun bersamaan dengan pestisida atau dikocorkan ke akar bersamaan dengan pupuk lainnya.

“Penggunaan humid acid memperbaiki sifat fisik tanah lebih gembur, sifat biologi tanah, pertumbuhan dan perkembangan mik- roorganisme dan tersedianya unsur hara yang lebih baik,” bebernya.

Dari Stefes Indonesia (SI) Umar Yusuf menambahkan, penggunaan humid acid meningkatkan pH tanah, meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK), menekan dan menghambat perkembangan mikroorganisme penyebab penyakit yang bersumber dari tanah (layu fusarium, akar gada), mengikat unsur beracun didalam tanah (besi dan Almunium).

Humid acid juga untuk merangsang pertumbuhan vegetative yang lebih cepat, meningkatkan produksi sehingga hasil panen melimpah, tanah menjadi lebih sehat serta subur. Pemilik lahan Suwatno (64), merasa senang dengan hasil panen kali ini yang meningkat.

“Biasanya saya menyemprot sampai lima kali. Tapi kali ini hanya dua kali semprot dengan begitu saya bisa mengirit biaya. Alhamdulillah panen kali ini hasilnya meningkat setelah mengurangi pupuk kimia,” tutup Suwatno.

Sutrisno