blank
Anggota Komisi E DPRD Kudus H Mawahib Afkar saat menjadi narasumber dalam Seminar Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PWI Kudus. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Menjaga keutuhan NKRI sangat dibutuhkan di tengah disrupsi informasi seperti saat ini. Hal itulah yang ditekankan para narasumber dalam kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema Menjaga Keutuhan NKRI di tengah disrupsi informasi, yang diselenggarakan PWI Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Jumat (21/7).

Bertempat di Meeting Hall SMK Assa’idiyah 2 Kudus, kegiatan seminar kali ini dihadiri oleh Anggota Komisi E DPRD Jateng Mawahib Afkar, Anggota Komisi C DPRD Kudus Kholid Mawardi, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Mawahib menjelaskan, di tengah perkembangan informasi saat ini, masyarakat Indonesia harus memiliki kesadaran penuh dalam memilah informasi yang didapat. Tidak serta merta memercayai satu informasi yang didapat tanpa mengetahui kebenaran sesungguhnya.

“Kita harus sadar betul, meminimalisir agar tidak gegabah dalam memberitakan (menginformasikan) apapun,” ungkap Mawahib di hadapan seratusan peserta seminar yang merupakan para pelajar dan mahasiswa dari institusi pendidikan di Kabupaten Kudus.

Untuk itu agar tidak terjadi disrupsi informasi di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang, Mawahib mengajak agar semua pihak bisa sama-sama berhati-hati dan bijak dalam menggunakan sosial media.

“Mari berhati-hati dan bijak menggunakan sosial media, jangan sembarang membuat opini yang tidak ada kejelasan dan bisa menjadi faktor-faktor disintegrasi negara,” harapnya.

blank
Suasana kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PWI Kudus. foto: Ali Bustomi

Di samping itu, di zaman yang semakin canggih dengan berkembangnya teknologi saat ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif. Masyarakat Indonesia, diharapkan bisa lebih cerdas dalam menyaring segala informasi yang didapatkan.

Anggota DPRD Kabupaten Kudus Kholid Mawardi mengatakan, disrupsi informasi sangat berbahaya di zaman sekarang. Apa yang sebenarnya salah bisa menjadi benar ketika banyak orang percaya tanpa mencari sumber informasi sebenarnya.

“Sebab itu, di zaman sekarang harus pintar menyaring, berhati-hati. Kalau tidak mampu memilah dan menyaring informasi, itu akan berbahaya dan menjadi disrupsi informasi serta bisa mengarah ke perpecahan,” jelas Kholid.

Sebab itu, pihaknya berharap agar semua masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Kudus bisa lebih pintar dalam menyaring informasi.

Senada, Ketua PWI Kabupaten Kudus Saiful Anas menjelaskan, disrupsi jika dikaitkan dengan perkembangan informasi dan media, maka disrupsi informasi diartikan sebagai sebuah perubahan.

Sehingga menimbulkan suatu efek yang mengubah hal-hal mendasar mengenai pandangan serta perilaku masyarakat terhadap kebutuhan informasi dan perkembangan media, serta berbagai proses di dalamnya.

“Disrupsi informasi saat ini setidaknya memiliki ciri-ciri, pertama berubahnya kebutuhan dan pandangan, kedua perubahan trend di masa yang sedang berjalan, dan ketiga perbedaan peluang masa lalu dengan masa sekarang,” ungkapnya.

Bahkan dengan adanya disrupsi informasi, Anas mengatakan, hal itu bisa merusak tatanan bangsa yang sudah ada saat ini. Pun bisa mengacaukan hal yang sudah tertata baik.

Sebab itu, Anas mengajak semua masyarakat Kudus bisa lebih bijak dalam mempercayai informasi yang didapat. Agar keutuhan NKRI bisa terjaga di tengah disrupsi informasi saat ini.

Ali Bustomi