blank
Lestari Moerdijat. Foto: fn

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Para wakil rakyat harus berperan aktif, dalam upayanya mengantisipasi dampak perubahan iklim yang mengancam dunia, termasuk Indonesia.

”Perubahan iklim bukan semata masalah lingkungan. Namun lebih dari itu, bisa berdampak pada sejumlah sektor, seperti pertanian, kesehatan, ekonomi hingga menimbulkan masalah sosial,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, melalui keterangan tertulisnya, dalam rangka Hari Parlemen Internasional Ke-134, yang diperingati setiap tanggal 30 Juni.

Hari Parlemen Internasional diperingati, untuk mengenang dibentuknya Inter-Parliamentary Union (IPU) pada 1889. IPU merupakan forum internasional permanen pertama, yang membidangi negosiasi politik antar-negara.

BACA JUGA: Narapidana Lapas Terbuka Kendal Bangun Kemandirian Melalui Keterampilan Budidaya Hortikultura

Peringatan Hari Parlemen Internasional tahun ini mengusung tema ‘Parliaments for the Planet’. Tema itu ditujukan untuk memobilisasi parlemen dan anggotanya, guna bertindak atas keadaan darurat iklim yang terjadi saat ini.

Menurut Lestari, semangat dari tema peringatan Hari Parlemen Internasional tahun ini, harus didorong untuk direalisasikan. Mengingat perubahan iklim bisa berdampak pada terganggunya pasokan kebutuhan dasar manusia, seperti air dan bahan pangan.

Bila kebutuhan dasar manusia tidak terpenuhi, ujar Rerie sapaan akrab Lestari, sektor ekonomi dan sosial masyarakat pun bisa terdampak, yang berpotensi pada terganggunya stabilitas Nasional.

BACA JUGA: Tak Ada Kenaikan Harga Tiket PSIS

Catatan Kementerian Keuangan RI menegaskan, Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Indonesia diperkirakan akan terdampak penurunan sebesar 0,66%-3,45% dari Produk Domestik Bruto (PDB)-nya pada 2030, karena perubahan iklim.

Sementara itu, hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dalam rentang 2020-2024 menunjukkan, dampak perubahan iklim berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp 544 triliun, jika intervensi kebijakan tidak dilakukan atau business as usual.

Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu mendorong koleganya para wakil rakyat, agar mewaspadai ancaman itu, dengan menjalani fungsi-fungsi legislatifnya secara transparan, akuntabel, dan representatif.

BACA JUGA: Mbak Ita Optimis Kehadiran Uptown Mall Bisa Menjadi Pemecah Keramaian di Kota Semarang

Para legislator, tegas Rerie, harus mengambil peran dalam mengatasi hambatan politik, kurangnya literasi lingkungan, dan kepemimpinan dalam setiap proses pembuatan kebijakan di sejumlah sektor.

Para wakil rakyat, tambah anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, harus mampu mendorong dan memastikan lahirnya kebijakan yang tepat, dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim ini.

”Sejumlah produk legislasi yang dihasilkan para wakil rakyat, dapat mewujudkan kehidupan masyarakat dan lingkungan yang harmoni, dalam upaya merealisasikan target pembangunan Nasional yang telah ditetapkan bersama,” ungkap dia.

Riyan