blank
Daniel Marthin & Leo Rolly Carnando. Foto: dok/pbsi

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Asisten Pelatih Ganda Putra Utama Pelatnas Indonesia, Chafidz Yusuf, memberikan apresiasi atas kesuksesan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, meraih gelar juara Thailand Open 2026, Minggu (17/5/2026).

Menurut dia, komunikasi pasangan itu kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Namun dia menegaskan, tantangan terbesar bagi Leo/Daniel saat ini yakni, menjaga konsistensi permainan dalam setiap turnamen yang dijalani.

”Kalau saya lihat, kembalinya Leo dengan Daniel ini, lebih banyak ke non-teknis secara chemistry. Komunikasi juga jauh lebih baik daripada sebelumnya,” kata Chafidz, seperti dikutip dari keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Senin (18/5/2026).

BACA JUGA: Polresta Magelang Tangkap 34 Tersangka dari 29 Kasus Narkoba dan Obat Berbahaya

Ditambahkannya, tim pelatih ganda putra juga telah menyiapkan pola permainan yang harus diterapkan Leo/Daniel. Mulai dari penguasaan area depan, tengah, hingga belakang dengan tekanan, dan pola serangan yang konsisten.

”Persiapan itu telah berjalan baik, dan mampu diterapkan dengan maksimal oleh kedua pemain selama pertandingan,” imbuhnya.

Dari pengamatannya, Leo/Daniel mempunyai motivasi yang sangat besar untuk meraih gelar juara. Karena itu, dia bersama pelatih Antonius Budi Ariantho, sempat berdiskusi dan membangun komitmen bersama dengan kedua pemain itu.

BACA JUGA: Pembinaan di Balik Jeruji, 20 Narapidana Lapas Semarang Ikuti Pelatihan Pudding Hias

”Alhamdulillah, upaya itu cukup terlihat di turnamen pertama ini. Bagaimana mereka bisa menjaga kondisi yang dilakukan dengan baik, dan membuat mereka berhasil jadi juara,” katanya.

Chafidz berharap, Leo/Daniel mampu menunjukkan performa terbaiknya di event berikutnya, Malaysia Masters 2026, pada Selasa-Minggu (19-24/5/2026). Disebutkan juga, tingkat persaingan di turnamen itu tidak jauh berbeda dengan Thailand Open 2026.

Setelah itu, dia juga ingin melihat konsistensi permainan Leo/Daniel, saat tampil di Indonesia Open 2026, pada awal Juni mendatang. ”Mudah-mudahan mereka bisa tetap menjaga konsistensinya, dan mendapat hasil yang terbaik,” pungkasnya.

BACA JUGA: 24 Personel Polres Kebumen Terima Penghargaan

Pada bagian lain, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), akhirnya menerima dan menghormati keputusan Gregoria Mariska Tunjung, yang mengajukan pengunduran diri dari Pelatnas PBSI.

Keputusan itu disampaikan Gregoria, setelah melalui komunikasi dan pembicaraan bersama Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian, dan Kepala Pelatih Tunggal Putri Utama Pelatnas PBSI Imam Tohari.

Dalam surat yang disampaikannya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI, atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.

BACA JUGA: Wakil Bupati Kebumen dan Kapolres Panen 0,42 Ton Jagung

PP PBSI pun memahami keputusan ini, setelah melalui pertimbangan yang matang. Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo, menjadi alasan utama pengunduran dirinya. Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya, dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding.

Selama menjadi bagian dari Pelatnas, Gregoria telah memberikan kontribusi besar bagi prestasi bulu tangkis Indonesia di level internasional. Dedikasi, semangat juang, dan profesionalismenya menjadi inspirasi bagi generasi atlet muda Indonesia.

”Gregoria merupakan atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil, dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ucap Eng Hian.

Riyan