Wabup Wonosobo M Albar saat membuka pelatihan digital branding wisata dan ekonomi kreatif. Foto : SB/dok Prokompim

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Wakil Bupat M Albar menyebut Wonosobo memang sudah terkenal sebagai daerah tujuan wisata. Tetapi harus diakui bahwa perangkat pendukungnya masih kurang. Baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.

“Karena itu, pemerintah dan pelaku wisata serta ekonomi kreatif harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di daerah ini. Seperti penguatan infrastruktur wisata dan sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Wakil Bupati Wonosobo menyampaikan hal itu saat membuka “Pelatihan Digital Branding, Pemasaran dan Penjualan untuk Pelaku Wisata dan Pelaku Ekonomi Kreatif serta Pelatihan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner”, yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud setempat di Hotel Surya Asia.

Gus Albar-demikian dia kerap disapa-juga menyampaikan guna mendukung sektor pariwisata perlu ada peningkatan SDM. Pelatihan seperti ini, sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan sektor pariwisata di Wonosobo.

“Terlebih menilik begitu banyak potensi industri ekonomi kreatif di daerah ini yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan Wonosobo. Baik bidang kuliner, kriya batik, seni, fotografi dan potensi lainnya. Di daerah ini apa-apa ada, karena memang dianugerahi daerah yang serba indah dan menarik,” ujar dia.

Untuk itu, lanjut Wabup, Pemkab Wonosobo selalu mendukung pengembangan industri ekonomi kreatif, terutama untuk terus memutar roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat.

Albar juga menyampaikan, dengan terselenggaranya pelatihan ini, sebagai sarana bagi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk meningkatkan kompetensinya dalam memanfaatkan dunia digital sebagai sarana branding, pemasaran, hingga penjualan produk yang dihasilkan.

Dieng Baru

Peserta pelatihan digital branding wisata dan ekonomi kreatif foto bersama. Foto : SB/dok Prokompim

Termasuk, tambah dia, dalam upaya menarik minat kunjungan dan meningkatkan lama tinggal wisatawan, baik lokal, nasional, maupun internasional di Wonosobo, melalui promosi potensi lokal serta penyajian atraksi budaya dan kuliner secara kreatif.

“Semua harus dilaksanakan secara simultan dengan memperhatikan dan melaksanakan kaidah-kaidah kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan, untuk mewujudkan produk wisata dan kuliner yang sehat dan berkualitas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dispbud Wonosobo, Agus Wibowo, menambahkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pengelola destinasi dan daya tarik wisata, usaha pariwisata dan pengelola ekonomi kreatif dan agar dapat memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran pariwisata dan produk ekonomi kreatif.

“Apalagi pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dua hal yang saling berkaitan erat dan saat ini menjadi trend nasional bahwa kolaborasi dua sektor ini mampu mendongkrak perekonomian nasional, demikian pula dengan kabupaten Wonosobo,” jelas Agus.

Pihaknya juga menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut diikuti 80 peserta yang terbagi dalam 2 kelas. Tiap kelas 40 peserta yang berasal dari para pelaku desa wisata, pengelola destinasi wisata dan usaha pariwisata serta pelaku ekonomi kreatif.

Dia berharap peningkatan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif akan menggerakkan dunia pariwisata, khususnya 5 Dieng Baru. Menambah maju sektor pariwisata karena wisatawan lebih lama tinggal di daerah pegunungan ini.

“Dengan betah dan lamanya tinggal wisatawan di Wonosobo, tentunya akan meningkatkan ekonomi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif khususnya dan kemajuan ekonomi daerah pada umumnya,” pungkas Agus.

Muharno Zarka