blank
Pembukaan program magang dan Satriya Sancaya Karyadhika Kemenkumham Jateng di Pulau Nusakambangan. Foto: Dok/Ning S

“Nanti mereka akan didistribusikan ke masing-masing Unit Pelaksana Teknis berdasarkan program studinya,” imbuh Yuspahruddin.

Kepala BPSDM Hukum dan HAM Iwan Kurniawan berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi para taruna.

“Persentase keberhasilan dari program ini tergantung kalian. Bagaimana kalian mampu menerapkan yang telah kalian pelajari di bangku akademik,” ujar Iwan.

“Diharapkan ada ilmu yang didapatkan, ada pengetahuan yang diperoleh, ada keterampilan yang meningkat, itulah sesungguhnya hakekat dari kegiatan magang dan Satriya Sancaya Karyadhika,” tambahnya.

Diketahui, program ini diusung guna mempersiapkan kader pemimpin Pemasyarakatan yang berkualitas dan paham dengan kondisi lapangan.

Satriya Sancaya Karyadhika merupakan upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM dengan mempersiapkan alumni Poltekip yang siap bekerja di Unit Pelaksana Teknis di seluruh Indonesia.

Satriya Sancaya Karyadhika sendiri berarti pemberian tugas profesional untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kewajiban aturan dan kebenaran dengan tujuan memberikan pemahaman dan meningkatkan kompetensi alumni Politeknik dan untuk melaksanakan revitalisasi Pemasyarakatan.

Hadir menyaksikan jalannya kegiatan, Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan Heni Yuwono, Kepala Biro Kepegawaian Sudjonggo, Pimpinan Tinggi Pratama BPSDM Hukum dan HAM, Kepala Divisi Pemasyarakatan Supriyanto, Kepala UPT se Nusakambangan dan Cilacap serta Stakeholder terkait.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan disebar dan ditugaskan ke seluruh Unit Pelaksana Teknis yang ada di Nusakambangan, yakni Lapas Kelas I Batu, Lapas Kelas IIA Besi, Lapas Kelas IIA Permisan, Lapas Kelas IIA Kembang Kuning.

Selain itu Lapas Kelas IIA Karanganyar, Lapas Kelas IIA Pasir Putih, Lapas Narkotika Kelas IIA, Lapas Terbuka Kelas IIB, dan Bapas Kelas II, serta Pos Penyeberangan Wijaya Pura.

Ning S