blank
Program penanganan stunting yang dilakukan PT Tirta Investama Wonosobo. Foto : SB/dok Humas Aqua

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Kasus stunting yang terjadi di Wonosobo dalam beberapa tahun terakhir ini begitu menyita perhatian berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah yang mangatasi stunting, pihak swasta dan dunia usaha pun ikut terlibat di dalamnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah yang baru saja dirilis, prevalensi angka stunting Wonosobo tahun 2022 berada di angka 22,7 persen atau menurun 5,4 persen dari tahun 2021 yang jumlahnya mencapai angka 28,1.

Melihat fakta tersebut, Pemkab Wonosobo terus menjalin sinergitas dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PT.Tirta Investama Wonosobo (Aqua Danone) untuk mengatasi permasalan stunting di daerah tersebut.

Head of Stakeholder Relation PT.Tirta Investama Wonosobo Basuki Rakhmat mengatakan, permasalahan stunting memang menjadi perhatian serius. Untuk itu, sejak tahun 2018 pihaknya sudah menjalin sinergitas dengan para stakeholder dalam upaya memerangi stunting di daerah ini.

“Wonosobo angka stunting tinggi dan ini tidak lepas dari visi Aqua Danone. Kesehatan alam selaras dengan kesehatan manusia. Kami telah bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder sejak 2018. Sudah jadi komitmen bersama di perusahaan untuk memerangi angka stunting,” katanya.

Program Pemberdayaan

blank
Head of Steakholder Relation PT Tirta Investama ketika berbincang soal stunting. Foto : SB/Muharno Zarka

Berbagai upaya memerangi stunting menurut Basuki telah dilakukan oleh produsen air minum bermerek Aqua tersebut. Seperti memberikan edukasi melalui program pemberdayaan calon pengantin, dapur sehat dan juga soal pernikahan dini.

“Selain itu ada juga program ‘Isi Piring’ yang berkonsentrasi pada komposisi makanan yang mengandung karbo protein serat hingga vitamin yang sehat lengkap dan seimbang,” imbuhnya.

Beberapa program intervensi tersebut menurut Basuki telah diterapkan setidaknya di 7 desa yang ada di Wonosobo yang masuk kategori lokus stunting tinggi, seperti Desa Pulosaren, Desa Pagerejo, Desa Suren Gede hingga Desa Slukatan.

Basuki mengungkapkan jika salah satu penyebab utama dari stunting merupakan buruknya akses air bersih atau sanitasi. Untuk itu, perbaikan akses air bersih juga dilakukan dibeberapa tempat di Kabupaten Wonosobo.

“Sekitar kurang lebih 500 masyarakat telah mendapat bantuan akses air bersih di rumahnya dari PT Tirta Investama Aqua Wonosobo. Akses air bersih akan mendukung budaya hidup sehat di masyarakat,” ungkap Basuki.

Tahun 2023 ini beberapa program PT Tirta Investama Wonosobo juga dipersiapkan di antaranya yakni Tanggap Gizi dan Kesehatan Anak stunting (Tangkas), bidang konservasi, pertanian, hingga penanganan sampah plastik.

Muharno Zarka