blank

JEPARA (SUARABARU.ID) – Menteri Dalam Negeri menjelaskan bahwa Indonesia berada di peringkat 8 dari 24 diantara negara G20. Tingkat inflasi Indonesia secara tahun ke tahun dari Maret 2023 terhadap Maret 2022 turun dari 5,47 menjadi 4,97. Targetnya, inflasi terjaga di angka 3-4%.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Penanggulan Inflasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian beserta sejumlah jajaran terkait. Jajaran Pemkab Jepara mengikuti rapat tersebut di Ruang Command Center, Setda Jepara pada Senin, (10/4/2023). Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko didampingi jajaran dan beberapa perwakilan Forkompinda mengikuti secara daring

Namun begitu, Mendagri pun menyoal beberapa komoditas yang menyumbang peningkatan inflasi dari bulan Maret 2023 terhadap Februari 2023 sebesar 0,18%. Salah satu penyumbang inflasi tertinggi adalah tarif angkutan udara sebesar 0,03%. Komoditas lain yang menyumbang inflasi secara berturut-turut yakni beras, bensin, cabai rawit, dan rokok kretek filter dengan presentase antara 0,02-0,03%.

Direktur Statistik Harga BPS Windhiarso Putranto memaparkan bahwa dari 10 komoditas yang dipantau yaitu komoditas pangan strategis yaitu beras, secara umum ada 2 trend harga yang terjadi yaitu naik dan turun.

“Beras terpantau masih sedikit naik dari 12.504 menjadi 12.525. Kemudian tepung terigu naik dari 13.514 menjadi 13.551 karena menjelang lebaran banyak yang membuat kue kering,” kata Putranto.

Pada kesempatan yang sama dalam rangka menyambut momentum lebaran, Kemendagri akan mengeluarkan surat edaran bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kenyamanan dan ketentraman umum. Nantinya, pemerintah diminta untuk menyiapkan beberapa hal, antara lain dukungan kelancaran arus mudik dan balik, kesiapsiagaan pemadam kebakaran, Satpol PP, dan dinas kebersihan, pengaturan dan kesiagaan tempat wisata, pengaturan pasar tumpah agar tidak terjadi kemacetan, pengamanan lingkungan terutama yang kosong, kesiagaan menghadapi bencana alam.

Hadepe – Kmf