blank
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, Dr dr Sri Primawati Indraswari. (Foto: Sutrisno)

TEGAL (SUARABARU.ID) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, Jawa Tengah telah menemukan dua kasus Diabetes Mellitus (DM) pada anak usia 16 dan 17 Tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, Dr dr Sri Primawati Indraswari SpKK MM MH mengungkapkan, viralnya minuman kekinian yang cenderung mengandung tinggi gula dan digemari oleh
anak-anak dapat menimbulkan potensi Diabetes Mellitus (DM), apabila sering dikonsumsi dan
tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat.

Prima menyampaikan, Dinas Kesehatan Kota Tegal, dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit terkait DM ini melakukan koordinasi dan kerjasama baik lintas sektor maupun lintas program. “Upaya yang dilakukan berupa kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah, pemeriksaan kesehatan berkala dan deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM),” kata Prima.

Pemeriksaan kesehatan yang dimaksud meliputi pemeriksaan antropometri, pemeriksaan gula darah, serta gangguan fungsi penglihatan dan pendengaran. “Kegiatan deteksi dini faktor resiko PTM ditemukan dua kasus DM yaitu pada anak usia 16 Tahun dan 17 Tahun yang tergolong DM Tipe 1,” ungkap Prima.

Prima menjelaskan, yang dimaksud DM Tipe 1 adalah DM dengan ketergantungan Insulin dan penyebabnya faktor genetik. Temuan kasus tersebut diteruskan ke Puskesmas untuk ditindaklanjuti supaya mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensif baik pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara rutin sesuai standar.

“Hasil kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah dan pemeriksaan berkala dalam triwulan Tahun 2023 tidak ditemukan kasus DM pada anak,” ungkap Prima.

Pada tingkat SD/MI jumlah yang diperiksa 10.593, obesitas 1.497 (14,13 persen). SMP/MTS diperiksa 9.111, obesitas 347 anak (3,8 persen). SMA/MA/SMK yang diperiksa 8.605 dengan obesitas 613 anak (7,12 persen).

Obesitas merupakan salah satu faktor resiko penyebab DM pada anak. Dari data di atas terdapat kasus obesitas 14,13 persen pada tingkat SD/MI, 3,8 persen pada tingkat SMP/MTS, dan7,12 persen pada tingkat SMA/MA/SMK. Hasil Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan yang dilakukan pada siswa yang obesitas tidak ditemukan nilai di atas normal .

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis data pada 1 Februari 2023 terkait kasus diabetes pada anak yang meningkat 70 kali lipat per Januari 2023 dibandingkan Tahun 2010.

Menurut catatan IDAI, 1.645 pasien anak penderita diabetes yang tersebar di 13 kota, yaitu Kota Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Makassar, dan Manado.

Sutrisno