blank
Bersamaan dengan kunjungan ke lokasi bencana tanah beregerak, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji (kiri), memberikan bantuan bahan pokok dan uang kepada warga terdampak.(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Saat meninjau lokasi bencana tanah bergerak, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, berpesan agar memprioritaskan keselamatan jiwa. Bencana tanah bergerak menimpa warga Dusun Weruteklok, Desa Petungsinarang Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, menyikapi bencana tersebut, jajaran Pemkab Wonogiri telah langsung mengambil gerak cepat untuk melakukan penanganan darurat. Yakni dengan memprioritaskan aspek keselamatan jiwa harus menjadi hal yang utama.

Dalam kondisi cuaca ekstrem yang banyak diwarnai turunnya hujan deras berkepanjangan belakangan ini, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Khususnya ketika turun hujan deras berkepanjangan yang berpotensi dapat memunculkan bencana hidrometereologi, seperti longsor dan banjir.

”Yang terpenting keselamatan. Sementara ini prihatin rumiyin sing penting jiwa selamat riyin (prihatin dulu yang penting jiwa selamat dulu),” ungkap Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (Mas Aji) saat mengunjungi warga terdampak bencana tanah gerak di Dusun Weruteklok, Desa Petungsinarang Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan.

Bantuan

Kunjungan Bupati ke lokasi bencana tanah bergerak tersebut, dilakukan dalam upaya memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan kedaruratan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan bantuan kebutuhan pokok dan sejumlah uang kepada warga yang terdampak.

Saat melakukan dialog dengan warga, Bupati menawarkan:Dipun relokasi purun nggih,”(bila dipindah ke lokasi aman, mau ya).” Upaya relokasi kemungkinan besar menjadi pilihan, mengingat kondisi tanah yang terus bergeser dan membahayakan. Namun demikian, Bupati minta rencana itu perlu disosialisasikan terlebih dahulu dengan warga terdampak.

Menanggapi tawaran pindah tempat dari Bupati, salah seorang warga terdampak, Boiman, berujar: Nek kula purun dipun pindah, wong kawontenanipun nggih kados mekaten (Kalau saya mau dipindah, sebab situasinya seperti ini).”

Bencana tanah bergerak di Dusun Weruteklok Desa Petungsinarang Kecamatan Banar, terjadi Selasa (28/2) lalu. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah milik warga rusak. Jumlahnya sebanyak 11 rumah milik 13 kepala keluarga (KK) yang dihuni sedikitnya 35 jiwa. Mereka kini terpaksa mengungsi dan menempati tenda darurat, untuk menghindari ancaman resiko yang membahayakan.

Bambang Pur