blank
Kegiatan tatap muka Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah dengan seluruh pengurus dan anggota Bhayangkari Polres Demak. Foto: Dok/Polres Demak

DEMAK (SUARABARU.ID) – Pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Polres Demak. Dalam Kunker tersebut dipimpin Pelaksanaan Jabatan Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Titi Abioso.

Kedatangan rombongan Pengurus Bhayangkari Daerah Jateng disambut Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono dan Ketua Bhayangkari Cabang Demak, Eca Budi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan kegiatan belajar mengajar TK Kemala Bhayangkari 36 Demak dan pemberian tali asih kepada Kepala Sekolah, dewan guru, karyawan, serta anak – anak TK Kemala Bhayangkari 36 Demak.

Rombongan juga melakukan pemeriksaan administrasi di kantor Bhayangkari Cabang Demak yang dilanjutkan tatap muka Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah dengan seluruh pengurus dan anggota Bhayangkari Polres Demak, di aula Mapolres setempat.

Titi Abioso menyarankan kepada seluruh ibu-ibu Bhayangkari Polres Demak agar di era digitalisasi modern dapat berfikir positif dalam menggunakan media sosial.

“Gunakan media sosial secara bijaksana dan jaga hubungan baik, saling asih dan asuh, antar pengurus serta pengurus dengan bawahannya. Dan hendaknya mampu menjaga tali silaturahmi yang kuat, sehingga setiap ada permasalahan dapat dipecahkan,” katanya, Kamis (16/2/2023).

Menurutnya, hal penting yang harus dilakukan setiap pengurus dan anggota Bhayangkari adalah menjaga kehormatan organisasi Bhayangkari, mengedepankan kepentingan bersama dalam organisasi, menjaga keharmonisan keluarga, serta menghargai jerih payah suami, dengan tidak banyak menuntut.

“Sebagai Bhayangkari harus mendukung tugas suami. Hindari gaya hidup hedonisme, tidak berpenampilan yang berlebihan, bijak dalam menggunakan media sosial dan anti hoax, serta mendukung kelestarian lingkungan hidup,” tandasnya.

Sementara Ketua Bhayangkari Cabang Demak, Eca Budi menambahkan, pengurus Bhayangkari Demak selalu siap dalam mendukung tugas Kepolisian, serta tidak melakukan perbuatan yang dapat berdampak negatif pada organisasi Bhayangkari maupun pada institusi Kepolisian.

“Sebagai Bhayangkari harus selalu rendah hati, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berorganisasi. Sudah selayaknya sebagai istri Polisi memberikan contoh baik di kalangan masyarakat,” pungkasnya.

Ning Suparningsih