blank
Anak-anak yang singgah di Rumah Harapan Indonesia bersama pendamping hadir memperingati Hari Anti Kanker di Balai Kota Semarang. Foto: Ning Suparningsih

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Memperingati Hari Anti Kanker Indonesia, Rumah Harapan Indonesia (RHI) menggelar diskusi dengan menghadirkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jateng dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, di Gedung Balai Kota, Sabtu (11/2/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menyebut, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan kasus pasien kanker paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Semarang Barat.

Pihaknya bersama stakeholder terkait terus mengupayakan random sampling wilayah yang menjadi reksio penyebaran virus.

“Edukasi semakin digencarkan karena bagian dari upaya promotif dan preventif. Tahun depan kita akan upayakan menaikkan sektor anggaran untuk itu,” kata Hakam.

Ketua IDI Jateng, dr Djoko Handojo pada kesempatan itu mengajak masyarakat agar peduli dan sayang pada tubuhnya, dengan menerapkan pola hidup sehat.

Menurut Djoko, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi agar terhindar dari kanker.

Selain itu sebagai upaya deteksi dini, masyarakat bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis terdekat. Menurut Djoko, kanker merupakan salah satu penyakit ganas dan belum ada obatnya.

“IDI meminta masyarakat menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan makan makanan bergizi,” kata Djoko.

Ia mengatakan, pada setiap tahunnya terdapat temuan kasus kanker baru sebanyak 10 persen dari jumlah penderita kanker tahun sebelumnya, yang penyebabnya tidak dapat dipastikan.

Djoko mengimbau bagi masyarakat yang mengalami gejala-gejala yang mengarah kanker bisa segera melakukan deteksi dini ke dokter spesialis. “Jika sudah menunjukkan gejala seperti tumor, atau tiba-tiba ada benjolan kecil harus segera ke dokter,” imbuhnya.

Menurutnya, paling banyak ditemui kasus kanker di masyarakat adalah kanker payudara dan kanker kulit. Sedangkan pada anak-anak umumnya kanker darah (leukemia).

Greaty Carismawati, selaku Public Relation Rumah Harapan Indonesia menjelaskan, saat ini ada 5 pasien dengan kondisi penyakit yang beragam singgah di RHI Kota Semarang.

Greaty mengatakan, Rumah Harapan Indonesia yang berlokasi di Puspowarno, Kecamatan Semarang Barat itu mampu menampung hingga 10 pasien. Beberapa pasien yang sempat singgah paling banyak dari wilayah pantura Jawa Tengah, namun pernah juga dari Kalimantan.

“Rumah Harapan Indonesia Kota Semarang sudah 8 tahun melayani warga yang membutuhkan. Selain di Kota Semarang ada juga di Jakarta, Bandung Makassar dan Bali,” terangnya.

Rumah Harapan Indonesia, yang merupakan rumah singgah bagi penyitas penyakit kronik ini memiliki fasilitas lengkap, untuk membantu pasien yang sedang menjalani pengobatan di Kota Semarang.

Ning Suparningsih