blank
Para Petinggi peserta PTSL foto bersama Forkopimda Jepara (Foto: Sub)

JEPARA (SUARABARU.ID) – Gema Patas ( Gerakan Masyarakat Pemasangan Tapal Batas) dicanangkan serentak tingkat nasional Jumat (3/2-2023). Acara yang digelar secara daring dan luring diikuti oleh berbagai provinsi. Di Jawa Tengah di pusatkan di Cilacap. Adapun tingkat kabupaten Jepara pencanangan Gema Patas di pusatkan di desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan.

blank
Pemasangan patok oleh Petinggi Petekeyan Rohman disaksikan Kepala kantor BTN dan undangan (Foto: Sub)

Hadir dalam kegiatan Gema Patas seluruh anggota Forkompinda Kabupaten Jepara. Tampak hadir perwakilan dari Dandim Jepara, Kapolres, Camat Tahunan, Petinggi peserta program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), Pemerintahan Desa, dan elemen masyarakat peserta PTSL.

Kepala BTN Jepara, Jaka Pramono menuturkan bahwa Jepara mendapatkan target program PTSL tahun 2023 sebanyak 60.000 bidang di 15 desa. Sedangkan Gemapatas sebanyak 12 ribu patok untuk 15 desa di Kabupaten Jepara.
” Program ini bertujuan untuk kepastian dan perlindungan hukum mengenai subjek, objek, dan hak atas tanah. Oleh karena itu masyarakat agar memanfaatkan program ini,” tuturnya.

blank
Kepala Kantor BTN bersama Forkopimda Jepara dan Petinggi Petekeyan peserta PTSL (Foto: Sub)

Sebagai simbol diawali program Gema Patas Kabupaten Jepara, Petinggi desa Petekeyan, Rohman, S. S. disaksikan Kepala kantor BTN dan tamu undangan yang hadir memasang patok di pojok tanah balai desa Petekeyan.
Pemasangan berikutnya akan menyasar pada tanah milik warga yang mengikuti program PTSL.

Diharapkan dengan adanya program Gema Patas dan PTSL ini konflik warga mengenai tapal batas tidak ada lagi. Di samping itu juga akan berdampak pada produktivitas ekonomi masyarakat karena status pemilik tanah semakin jelas. Hal positif lain dari program ini, mafia tanah yang sempat menjadi pemberitaan di berbagai media dapat diberantas. (Sub)