blank
Francis Ngannou/dok

(SUARABARU.ID) – Francis Ngannou membeberkan alasan meninggalkan Ultimate Fighting Championship (UFC).

Juara kelas berat UFC itu memilih pergi karena menginginkan kebebasan.

Petarung asal Kamerun ini tidak mau tunduk dengan kesepakatan kontrak baru yang disodorkan Presiden UFC Dana White.

Seharusnya The Predator, julukan Francis, ditawari kontrak untuk tiga laga.

Menurut Si Pemangsa, dia tidak dapat berkompromi pada persyaratan tertentu dalam kontrak.

Sebagai bagian dari kesepakatan, lanjut Ngannou, dia tak bisa meminta sponsor dari luar atau mengejar peluang naik ring tinju.

’’Dalam kontrak itu, saya tidak bebas. Saya bukan kontraktor independen. Saya tak punya hak,’’ tutur Ngannou seperti dilansir dari Sportskeeda.

Si Pemangsa menambahkan dia telah melakukan segalanya dengan benar.

’’Saya tidak memiliki penyesalan apa pun. Saya tak akan melakukan sesuatu yang berbeda jika saya harus melakukannya lagi. Mereka tidak ingin ada hubungannya dengan tinju,’’ jelasnya.

Ngannou mengaku hanya membutuhkan respek, paling tidak lebih banyak respek.

’’Saya harus merasa seperti seorang pria, memiliki kebebasan, dan mengendalikan takdir saya. Sejauh ini saya belum melakukan pekerjaan yang buruk sama sekali,’’ tandasnya.

Dengan keputusan Ngannou itu, UFC kemudian mengosongkan titel divisi berat.

Juara baru akan digelar Maret mendatang dengan mementaskan Ciryl Gane kontra Jon Jones.

Gane pernah dikalahkan Si Pemangsa dengan angka.

Sementara Jones, mantan kampiun kelas berat ringan UFC, bakal melakoni debutnya di divisi berat.

mm