blank
Penyerahan Akta Kelahiran dan KIA kepada orangtua bayi oleh diserahkan Kepala Disdukcapil Abdul Syukur dan Direktur RS PKU Aisyiyah dr. Budi Istriawan (Foto: Disdukcapil|)

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara bekerjasama dengan RS PKU Aisyiyah Jepara meluncurkan inovasi pelayanan “Bilang Bapak”  atau Bayi Pulang Bawa Akta Kelahiran dan KIA (Kartu Identitas Anak).

Melalui layanan “Bilang Bapak”,  setiap anak yang dilahirkan di rumah sakit ini otomatis akan mendapatkan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak. Peluncuran ditandai dengan penyerahan Akta Kelahiran dan KIA kepada orangtua bayi, yaitu Ali Utomo, Muhammad Misbahuddin dan Adi Kurniawan,  Jum’at, 13 Januari 2023 di RS PKU Aisyiyah. Dokumen diserahkan Kepala Disdukcapil Abdul Syukur dan Direktur RS PKU Aisyiyah dr. Budi Istriawan.

blank
Kepala Disdukcapil Abdul Syukur dan Direktur RS PKU Aisyiyah dr. Budi Istriawan serahkan akte kelahiran (Foto: Disdukcapil|)

Kepala Disdukcapil Kabupaten Jepara, Abdul Syukur, mengatakan bahwa layanan Bilang Bapak bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan akta kelahiran dan KIA. Jika biasanya setelah bayi lahir, orang tua harus mengurus akta kelahiran dan KIA  sendiri, melalui Bilang Bapak semua sudah diurus RS dan Disdukcapil. Pada saat bayi pulang, orangtua sudah membawa kedua dokumen tersebut, gratis.

Ditambahkan, sekarang ini hampir semua urusan publik membutuhkan akta kelahiran. Akta kelahiran menjadi dasar penerbitan dokumen kependudukan yang lain setelah Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Jadi semua warga harus memiliki akta kelahiran”, kata Abdul Syukur.

Sementara itu Direktur RS PKU Aisyiyah dr. Budi Istriawan menyambut baik inovasi Disdukcapil. Menurut Budi, inovasi ini ibarat one stop shopping, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampui.  Setelah persalinan, orangtua tidak perlu mikir lagi mengurus dokumen kependudukan.

Ditambahkan, potensi penerbitan akta kelahiran dan KIA melalui kerjasama ini sangat besar. “Setiap bulan ada sekitar 150 ibu melahirkan di RS PKU Aisyiyah atau setahun 1.800 persalinan. Mudah-mudahan dengan kerjasama ini semakin banyak ibu hamil yang melahirkan di RS PKU Aisyiyah”, kata Budi.

Hadepe – disdukcapil