blank
Ganjar saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Brebes. Foto: hms

BREBES (SUARABARU.ID)– Pj Bupati Brebes, Urip Sihabudin, mengatakan, angka kemiskinan di Kabupaten Brebes turun cukup signifikan, pada tahun lalu.

”Angka kemiskinan di Brebes turun sebesar 1,38 persen dibanding pada 2021. Tahun lalu angka kemiskinan Brebes jadi 16,05 persen, dari sebelumnya 17 persen lebih,” kata Urip, usai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan pengarahan pada jajaran pejabat Brebes, di Pendapa Kabupaten Brebes, Senin (9/1/2023).

Disampaikan dia, penurunan angka kemiskinan ini merupakan kerja keras dari Bupati dan Wakil Bupati Brebes sebelumnya, dan para jajaran. Untuk itu, pihaknya akan melanjutkan program yang sudah berjalan, dan semakin ditingkatkan.

BACA JUGA: Skuad Merah-Putih Cicipi Latihan di Axiata Arena

”Dari data kami, saat ini ada sekitar 290.000 yang masuk kategori miskin. Dari data itu kita verifikasi ulang, dan menemukan ada 28.395 yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Itu yang akan kami genjot untuk sasarannya,” jelasnya.

Sementara itu, Ganjar meminta pengelolaan atau program untuk penurunan angka kemiskinan ini terus dilakukan. Program yang sudah terbukti baik, diminta dilanjutkan dan dilakukan percepatan.

“Bu Idza dengan Pak Narjo kemarin konsepnya sudah bagus. Sekarang tinggal kita lakukan percepatan. Maka saya mintakan, lima kecamatan yang ekstrem itu kita dampingi. Apakah nanti camat, apakah nanti kepala dinas secara khusus,” ujar Ganjar.

BACA JUGA: Asita Jateng Gelar Rakerda di Jepara, Ingin Pulihkan Pariwisata Lebih Cepat

Lima kecamatan yang dimaksud yakni, Kecamatan Losari, Ketanggungan, Larangan, Bulakamba dan Bantarkawung. Di lima kecamatan itu, angka kemiskinan ekstrem masih cukup tinggi.

Namun semua harus dengan data yang valid. Maka verifikasi dan validasi data mutlak dilakukan, agar bisa ketemu mana yang masuk kategori ekstrem dan tidak ekstrem

.”Dengan cara klasifikasi itu, harapan kita akan ketahuan ini desil satu dua-nya yang mana, desil tiga empat-nya yang mana. Maka treatment-nya akan berbeda-beda, dan itu bisa lebih cepat. Kalau perlu contoh Boyolali yang bagus verifikasi dan validasi datanya,” imbuhnya.

BACA JUGA: Soal Penangkapan Komplotan Pencuri HP, Wabup Wonosobo : Personil Polres Luar Biasa!

Ganjar yakin, upaya penurunan angka kemiskinan di Brebes akan semakin mudah dengan kepemimpinan Pj Bupati saat ini. Sebab, selain tak ada kepentingan politik, pemerintah provinsi bisa melakukan intervensi.

”Karena Pak Urip ini Pj dari provinsi kan, sudah kita tanya, nggak ada kepentingan politiknya. Sehingga lebih pada pekerjaan-pekerjaan teknokratis, yang tidak akan terganggu dengan urusan-urusan kepentingan politik. Karena beliau birokrat, dan nanti akan kita bantu,” jelas dia.

Riyan