blank
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Azis menjadi narasumber pada pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC), (Dok BPBD Kota Magelang)

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Muchamad Nur Azis menghadiri kegiatan pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC),
sekaligus launching aplikasi kentongan dan peresmian Posko Relawan BPBD Kota Magelang.
Acara yang berlangsung beberapa hari lalu diikuti TRC se kota Magelang dan para kepala OPD.

Pada acara itu wali kota juga menjadi narasumber. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono juga narasumber dengan materi penanganan bencana gempa dan sistem pelaporan kebencanaan TRC.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Machbub Yani Afian melaporkan, kegiatan pengembangan kapasitas rutin itu dilakukan dengan tujuan mengembangkan kapasitas dan kemampuan relawan dalam menghadapi bencana.

Wali kota meminta para relawan dengan cepat mengatasi bencana, serta benar-benar rela dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan itu tanpa pamrih.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan, belajar dari bencana gempa Cianjur yang tanpa diduga, warga harus siap. Ada empat hal yang harus diingat saat terjadi gempa. Yaitu lindungi kepala, berlindung dibawah meja, jauhi kaca dan lari ke tempat terbuka. Selain terkait gempa, juga disampaikan sistem pelaporan kebencanaan tim reaksi cepat.

Dalam rangkaian pengembangan kapasitas ini juga dilakukan peninjauan dan peresmian Pusdalops. Pusdalops merupakan pusat pengendalian dan operasi penanganan bencana Kota Magelang. Pusdalops dilengkapi dengan personal komputer dan televisi layar datar yang menampilkan sistem informasi kebencanaan (SIK), di dalamnya memuat aplikasi kentongan (kedaruratan dan pertolongan) dan Sihab (sistem infomasi rehabiltasi).

Kedua aplikasi tersebut berfungsi pelaporan kejadian bencana, dan Sihab berfungsi untuk memantau progres penanganan rehabilitasi bangunan korban bencana. Ke depan layanan call center 112 akan terkoneksi dengan Pusdalops BPBD Kota Magelang. (pemkotmgl)