blank
Wali Kota Muchamad Nur Azis sambutan pada acara penyerahan bibit, benih cabai, sayuran dan sarpras pertanian kepada kelompok tani, kampung organik dan sebagainya. (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

MAGELANG ( SUARABARU.ID) – Pemkot Magelang memberi bantuan kepada warganya berupa bibit, benih cabai, sayuran dan sarpras pertanian. Penyerahan bantuan yang berasa dari dana insentif daerah (DID) dilakukan Wali Kota Muchamad Nur Aziz di Kelompok Afinitas Saraswati Tani Kampung Jaranan RT 4 RW 8 Rejowinangun Utara, beberapa hari lalu.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Agung Widhiantoro menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya kontribusi Disperpa dalam pengendalian inflasi daerah, pengentasan kemiskinan serta peningkatan produksi pertanian dan perikanan.

Bantuan bibit, benih cabai, sayuran, dan sarpras pertanian diberikan pada 3 kelompok wanita tani di 3 kelurahan. Yaitu KWT Kartini (Wates), Kampung Organik Sari Makmur (Kedungsari) dan Kelompok Afinitas Saraswati Tani (Rejowinangun Utara).

Kemudian, bantuan bibit dan benih cabai, sayuran, sarpras pertanian kepada 10 kelompok tani di 7 kelurahan. Di antaranya Kelompok Tani Makmur Selatan (Jurangombo Selatan), Dudan Sari (Tidar Utara), Marsudikismo (Cacaban), Gelangan (Gelangan), Ngudi Makmur 1,3,4 (Kramat Selatan), Arum Sari 1,2 (Kedungsari) dan Sumber Makmur (Potrobangsan)

Bantuan juga berupa sumur irigasi air dangkal kepada Kelompok Tani Manunggal Karso (Kampung Kiringan, Tidar Utara) dan bantuan bibit ikan lele dan pakan di 11 pokdakan dan 16 nonpokdakan di 12 kelurahan. Yaitu Legok Sari Wates, Kedung Iwak Kedungasari, Mina Arum Sari Kedungsari, Patil Landep Tidar Utara dan Rukun Agawe Santosa Potrobangsan.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini, sebagai bagian dari implementasi program urban farming di lahan-lahan sempit masyarakat Kota Magelang.

‘’Harapan saya, kegiatan di sektor pertanian dan pangan ini dapat berkontribusi mendorong perekonomian masyarakat dan meningkatnya kemandirian pangan Kota Magelang,’’ harapnya.

Dokter spesialis penyakit dalam itu mengungkapkan, Kota Magelang memiliki luas 18.54 km2 dengan luas lahan pertanian sawah tersedia hanya 142.83 ha, dan tegal 18,51 ha terus mengalami penyusutan dengan trend konversi alih fungsi lahan sebesar 4-5 ha/tahun.

Aziz memandang sangat pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan dan permukiman yang masih 1.234,85 ha (sesuai data BPS 2019) dengan program Magelang Cantik (Magelang Cinta Organik), melalui kegiatan pengembangan urban farming (pertanian perkotaan) secara terpadu.

‘’Selain itu saya berharap, dari kegiatan Magelang Cantik juga dapat mendukung program Magelang Keren guna mendorong tumbuhnya wira usaha baru (wub) dan kegiatan operasional Plaza Tani secara offline maupun online (Magesty),’’ tegasnya.

Wali kota optimistis dan berharap melalui dukungan DID ini, kegiatan urban farming yang dilaksanakan oleh masyarakat akan semakin tumbuh dan berkembang. Sehingga ke depan dengan sinergi yang baik dari semua pihak, kegiatan urban farming akan semakin nyawiji dengan program unggulan Kota Magelang.

Menurutnya, Pemkot Magelang akan terus mendorong dan mendukung semua komponen masyarakat untuk bersemangat memanfaatkan pekarangannya dengan aktivitas urban farming baik pertanian, peternakan maupun perikanan.

‘’Semoga upaya kita ini dapat membuat Kota Magelang menjadi lebih hijau, lebih sejuk dan tentunya ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat lebih baik, khususnya dalam menghadapi isu strategis ketahanan energi dan ketahanan pangan di masa depan,’’ ungkapnya. (pemkotmgl)