blank
Jambu keling atau duwet. Foto: ilustrasi

SUARABARU.ID – Bukan rahasia lagi bila Indonesia kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan itu tak pelak membuat bangsa Eropa berdatangan, dan mengeksplor sumber daya alam itu.

Salah satu potensi alam itu ialah jambu keling. Jambu keling atau duwet adalah sejenis buah dari jenis buah pohon jambu-jambuan. Tumbuhan berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan berbagai nama lain, seperti jambu kleng, jambu kling, nunang, jombulan, jumbling, jambulan, jambula, hingga jamblang.

Bernama ilmiah ‘syzygium cumini‘, jambu keling memiliki kandungan vitamin A dan C, asam folat, kalium, zinc, dan nutrisi lainnya. Seperti dikutip dalam hallosehat.com, kandungan gizi yang terdapat pada jambu keling ini, di antaranya energi sebanyak 80 kalori, lemak 0,6 gram, protein 0,5 gram, serat 0,9 gram, kalsium 33 miligram, fosfor 138 milligram, zat besi 1,3 milligram, natrium 16 milligram, kalium 92,7 milligram, beta karoten 329 mcg, niasin 2,5 milligram, vitamin C 130 milligram, dan air sebanyak 80,2 milliliter.

Lalu apa saja manfaat jambu keling bagi kesehatan?
1. Menangkal radikal bebas
Jambu keling mengandung vitamin C terbanyak kedua setelah jambu monyet. Vitamin C ini bermanfaat sebagai antioksidan, yang berperan menangkal radikal bebas. Kandungan antioksidan pada jambu keling tergantung pada tingkat kematangannya.

2. Meningkatkan kesehatan tulang dan gigi. Berdasarkan data komposisi pangan, 100 gram jambu keling mengandung 33 milligram kalsium dan 138 gram fosfor. Seperti diketahui, kalsium dan fosfor berperan aktif dalam mengatasi osteoporosis.

3. Menyeimbangkan kadar gula merah
Jambu keling memiliki kandungan gula, asam, dan tannin yang seimbang, yang berguna untuk menstabilkan diabetes.

4. Sebagai pewarna alami

5. Menurunkan amenia
Memang belum terbukti menyembuhkan seutuhnya, namun buah keling diklaim bisa menurunkan risiko anemia, jika dikonsumsi sesuai jumlah yang dibutuhkan.

Novel Gabriel Gultom, mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Universitas Semarang