blank

Oleh Ika Widya Ningrum*

Bahasa digunakan oleh semua orang sebagai alat komunikasi untuk memenuhi kebutuhan. Setiap negara memiliki bahasa nasional atau bahasa utama dan bahasa daerah lainnya. Sebuah bahasa nasional biasanya merupakan salah satu identitas negara atau negara bagian. Bahasa daerah adalah bahasa yang terdapat di suatu daerah yang lebih kecil dari sebuah negara. Muatan lokal yang dikenal sebagai pusatnya sebuah mata pelajaran yang harus diajarkan di sekolah. Penulisan aksara Jawa diajarkan di tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Aksara Jawa yang disebut Hanacaraka ini adalah salah satu aksara tradisional Indonesia lainnya yang digunakan untuk menulis dalam berbagai subjek, termasuk buku, buku catatan, dll. Pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), materi aksara Jawa meliputi aksara murda, aksara swara, dan aksara rekan.

Multimedia interaktif pembelajaran ini dapat menjadi salah satu pemanfaatan pada teknologi untuk membuat dan menggabungkan beberapa elemen seperti teks, grafik, audio, dan gambar bergerak dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinan pemakai atau pembuat melakukan navigasi, interaksi, kreasi, dan komunikasi (Darmawan, 2011).

Penggabungan multimedia dengan mobile learning dinilai sangat cocok untuk pembelajaran siswa. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran memberikan keunggulan unik dibandingkan media lain sehingga membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Multimedia mempunyai lebih dari satu media
sehingga dapat mencakup aspek-aspek materi sekaligus seperti audio untuk membantu siswa dalam memahami aksara Jawa dan mengaitkan bentuk aksara secara visual untuk mengacu bentuk huruf aksara Jawa dengan benar.

Berlatar belakang hal tersebut, Smart Apps Creator (SAC) dipilih sebagai media pembelajaran karena sesuai dengan laju teknologi dan berbasis android yang akrab dengan peserta didik. SAC berisi suara, gambar, tulisan, dan animasi agar tampilan semakin menarik.

Hasil pembahasan mengenai artikel yang saya buat disusun dengan sistematis dan diseleksi berdasarakan tujuan, orientasi dan kebutuhan pembelajaran. SAC memudahkan dalam mendesain isi pembelajaran tanpa proses pemrograman ataupun HTML (Hyper Text Markup Language) sehingga mudah untuk dijadikan bahan pengajaran. SAC juga bisa digunakan dalam mode luar jaringan maupun dalam jaringan, serta bisa digunakan dimanapun dan kapan pun.

SAC aksara Jawa dapat dikategorikan sebagai media pembelajaran yang disusun secara sistematis dengan berbagai pertimbangan dari kajian pustaka tentang bidang studi bahasa Jawa. Media disusun sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, sehingga media yang dihasilkan tepat sasaran dan bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Prosedur mengembangkan awal media pembelajaran SAC aksara Jawa diwali dengan mengumpulkan materi aksara Jawa meliputi aksara carakan, pasangan, sandhangan, aksara murda, aksara swara, aksara angka dan aksara rekan. Selanjutnya mengumpulkan bahan untuk mendukung pembuatan SAC meliputi gambar, foto, video, animasi, audio, latar simbol, angka, kata dan logo. Setelah itu pengembang mengintal aplikasi SAC di laptop. Setelah terinstal mulai membuat dan mengisi aplikasi SAC sesuai desain yaitu dengan melakukan setting resolusi, mengenal dan menambah section dan page, lalu menyimpan project SAC. Langkah berikutnya adalah insert image, insert background, insert video, insert background teks, insert Audio, insert teks judul dan teks narasi, insert image button, insert hotspot, membuat interaction, dan button. Langkah berikutnya adalah membuat APK android dan mengkopi APK ke smartphone. Terakhir adalah melakukan install APK di smartphone..

Setiap prosedur atau langkah-langkah yang dikerjakan harus cermat dan diteliti satu per satu bagian. Mengecek setiap langkah sebelum melangkah ke tahap selanjutnya agar tidak terjadinya kesalahan dalam aplikasi tersebut.

SAC produk awal pengembangan ini sangat mudah digunakan. Peserta didik dapat menggunakan meskipun tanpa membaca petunjuk penggunaan. SAC produk awal pengembangan ini juga memberikan keleluasaan peserta didik untuk mengukur kemampuan berulang kali secara mandidi. Hal itu memberi peluang kepada pesesta didik untuk menguasai materi aksara Jawa. Pengukuran mandiri merhindarkan pesertda didik dari rasa malu diketahui oleh orang lain tentang nilai yang diperolehnya.

SAC sebagai produk awal dari sebuah penelitian pengembangan ini dilihat dari tampilan berbeda dengan SAC lainnya. Pertama, sudah menggunakan istilah bagian SAC dalam bahasa Indonesia, bukan bahasa asing lagi. Kedua, dilengkapi dengan gambar dan simbol yang jelas untuk memudahkan penggunaan selain penggunaan di awal tampilan. Ketiga, dilengkapi perolehan skor sebagai penghargaan peserta didik. Keempat, dapat digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan materi aksara Jawa. Kelima, sesuai dengan latar belakang budaya, norma, nilai dan lingkungan

Penelitian ini memaparkan prosedur pengembangan dan menghasilkan materi Aksara Jawa dan evaluasi mengerjakan soal latihan yang dilengkapi dengan skor perolehan. SAC produk awal ini sangat praktis dan menarik, serta sangat mudah digunakan oleh peserta didik maupun pengguna lainnya.

Dari artikel ini, pengembang media pembelajaran dapat mengembangkan lagi media SAC Aksara Jawa menjadi media produk pembelajaran yang sesuai dengan hasil penilaian ahli bahasa, ahli media dan teruji secara efektif bagi peserta didik di semua jenjang pendidikan.

*Ika Widya Ningrum. Penulis adalah Guru SMKN 3 Jepara