blank
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan orasi kebangsaan terkait momentum peringatan Sumpah Pemuda di UIN Walisongo Semarang. Foto: Dok/Polri

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan orasi kebangsaan terkait momentum peringatan Sumpah Pemuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Sabtu (29/2022/2022).

“Baru saja saya mendapatkan kesempatan mengisi orasi kebangsaan terkait makna dan memaknai sumpah pemuda. Dalam kegiatan ini kita mengingatkan kembali sejarah perjalanan bangsa dari mulai jaman penjajahan sampai tantangan kedepan yang kita hadapi,” kata Sigit usai mengisi orasi kebangsaan.

Pada kesempatan itu Sigit menekankan pentingnya menjaga dan merawat semangat sumpah pemuda yang digelorakan oleh para pendahulu bangsa. Refleksi dari peringatan tersebut, kata Sigit, adalah bagaimana terus mempertahankan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Menurut Sigit, dengan menjaga persatuan dan kesatuan, menjadi syarat utama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya seluruh elemen harus terus bersatu dan bergandengan tangan dalam menghadapi segala bentuk tantangan zaman yang ada.

“Tentunya juga menjadi modal bagi kita untuk terus bisa melangkah dan melaksanakan apa yang menjadi visi misi kita menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” ujar Sigit.

Sigit menyebut, rasa persatuan dan kesatuan dari seluruh elemen bangsa termasuk mahasiswa dan pemuda dewasa sangat dibutuhkan. Mengingat lingkungan global saat ini sedang mengalami dinamika penuh dengan ketidakpastian.

Hal itu akan berpengaruh pada situasi regional termasuk di Indonesia. Dinamika yang berkembang saat ini diantaranya adalah pandemi Covid-19, konflik antara Negara Rusia dan Ukraina hingga rangkaian pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024.

Kegiatan ini, kata Sigit, merupakan salah satu komitmen bersama, bahwa sumpah pemuda, persatuan dan kesatuan untuk menjaga nusa, bangsa dan bahasa dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dengan dasar Pancasila, semboyan Bhinneka Tunggal Ika tentunya kita jaga dan menjadi kesepakatan serta nilai-nilai yang terus kita besarkan untuk menjaga agar tidak ada polarisasi di tengah situasi seperti ini,” pungkas Sigit.

Ning Suparningsih