blank
Keluarga besar MTs Raden Mas Said, Selogiri, Wonogiri, menggelar salat gaib dan doa bersama, untuk mendoakan korban Kanjuruhan dan 3 siswa MTsN 19 Jakarta yang meninggal dunia.(Dok.MTs Raden Mas Said)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Hari ini Jumat (7/10), genap 7 hari tragedi maut Stadion Kanjuruhan Malang, Jatim. Para pelajar, guru dan tenaga kependidikan (GTK) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raden Mas Said, Selogiri, Wonogiri, menggelar doa bersama dan Salat Gaib.

Kepala MTs Raden Mas Said, Trianto H Suryono, mengatakan, doa bersama dan Salat Gaib juga untuk mendoakan tiga pelajar MTsN 19 Jakarta yang meninggal. Tiga pelajar MTsN 19 Jakarta, Kamis (6/10), meninggal karena keruntuhan dinding bangunan Madrasah.

Doa bersama dilakukan di halaman depan, sedang Salat Gaib digelar di Masjid Umar Bin Khatab komplek MTs setempat.

Trianto H Suryono, menyebutkan, dua kegiatan itu dipimpin guru Bahasa Arab, M Subhan yang alumnus Gontor. Peserta doa bersama dan Salat Gaib mengenakan pita hitam yang disematkan di lengan kiri.

”Pita hitam simbol duka. Kami berharap jiwa pelajar MTs Raden Mas Said terpatri jiwa kepedulian dan kemanusiaan,” tegas Trianto H Suryono. Semoga doa dan Salat Gaib pelajar dan GTK MTs Raden Mas Said terkabul.

Bacakan Pernyataan

Trianto yang akrab dipanggil Mastus, menjelaskan, kegiatan itu sebagai implementasi kompetensi sosial. Apalagi, ujarnya, di abad 21, seorang siswa harus memiliki kemampuan 4C yakni Critical thinking atau berpikir kritis, Communication atau komunikasi, Creativity atau kreatifitas dan Collaboration atau kolaborasi.

Kemampuan C keempat, yakni Collaboration (kolaborasi) penting dimiliki siswa. Karena sekaya apapun seseorang, sehebat apapun seseorang dan sepandai apapun seseorang, akan membutuhkan kolaborasi dengan orang lain.

Aditya Pratama, siswa Kelas VII, tampil memandu membacakan pernyataan yang ditirukan oleh rekan-rekannya.

”Kami siswa-siswi MTs Raden Mas Said Selogiri, turut berdukacita atas tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, dan peristiwa yang menimpa pelajar MTsN 19 Jakarta. Semoga para korban diterima seluruh amal ibadah dan ditempatkan di sisi Nya. Korban luka semoga segera sembuh. Semoga kejadian ini tidak akan terulang kembali di kemudian hari. Aamiin.”

Saat doa bersama dipanjatkan, mendadak cuaca yang tadinya panas berubah mendung. M Subhan, tampil memimpin kegiatan hingga usai. ”Kami memohon Ya Allah, agar semua korban diampuni dosa dan diterima semua amalnya, serta diberikan anugerah surga. Aamiin,” ucap Subhan.

Bambang Pur